Senin, 04 Januari 2021

Teks Negosiasi Kelas X Semester Genap

 

A.     PENGERTIAN

Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yang lain. Negosiasi dapat berhasil dengan cara menyampaikan argumentasi secara kuat dan tak terbantah dengan kalimat yang menarik dan santun. Negosiasi bertujuan menentukan kesepakatan dari dua kepentingan yang berbeda. Satu kepentingan akan digunakan sebagai kesepakatan bersama. Dengan kata lain, kesepakatan tersebut bertujuan memenuhi kepuasan pihak yang bersangkutan dalam suatu proses negosiasi.

Negosiasi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah negosiasi harga yang terjadi antara penjual dan pembeli. Dalam negosiasi tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Oleh sebab itu, negosiasi harus menggunakan bahasa yang halus dan sopan. Sebenarnya banyak contoh lain yang berkaitan dengan proses negosiasi.

Negosiasi dapat berbentuk resmi dan tidak resmi. Keduanya dapat dituangkan dalam bentuk teks. Jadi, teks negosiasi adalah teks yang di dalamnya berisi proses tawar-menawar untuk mencapai suatu kesepakatan. Teks negosiasi memiliki pola penyajian yang berbeda-beda. Pola penyajian teks negosiasi dapat dibedakan sebagai berikut.

1.      Berbentuk Cerita Pendek, sering disebut dengan narasi. Teks negosiasi dengan pola ini terdapat unsur penawaran di dalamnya. Biasanya berbentuk surat penawaran.

2.      Berbentuk Dialog, sering dijumpai ketika penjual dan pembeli yang sedang bernegosiasi secara langsung. Dalam penulisannya, pola ini berbentuk dialog percakapan antara kedua pihak yang terkait.

3.      Berbentuk Narasi dan Dialog, pola penyajian gabungan yang menekankan pada uraian kronologis (urutan waktu). Pola ini bersifat melaporkan dengan menceritakan peristiwa dalam sebuah teks negosiasi.

 

B.     KARAKTERISTIK

Teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial antara satu orang dengan orang lainnya yang berfungsi menetapkan keputusan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda. Berikut adalah ciri-ciri khusus dari teks negosiasi.

1.      Berfungsi memberikan solusi dan menjadi sarana penyelesaian masalah.

2.      Terdapat kesepakatan dan perjanjian.

3.      Penyelesaian yang diberikan menguntungkan kedua belah pihak.

4.      Mengutamakan kepentingan bersama.

5.      Bertujuan praktis, yakni sebagai media penghasil kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan di dalamnya.

Teks negosiasi merupakan teks yang di dalamnya berisi tentang penawaran yang diberikan oleh kedua belah pihak. Penawaran tersebut diharapkan dapat diterima oleh pihak lain. Agar penawaran dapat diterima oleh pihak lain, berikut adalah beberapa cara yang perlu dilakukan.

1.      Penawaran dimulai dengan menyampaikan argumentasi terkuat dengan didukung oleh sebuah fakta.

2.      Bahasa yang digunakan harus singkat, padat, dan jelas. Jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit.

3.      Bahasa yang digunakan harus sopan dan jangan menyinggung pihak lain.

4.      Kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan kedua pihak yang terkait.

Teks negosiasi bertujuan mengakomodasi kepentingan kedua pihak yang terkait. Oleh karena itu, kedua pihak yang bersangkutan memeiliki hak yang sama dalam menentukan kesepakatan. Hasil negosiasi memerlukan adanya persetujuan antara kedua belah pihak yang terkait. Berikut adalah syarat tercapainya persetujuan dalam proses negosiasi.

1.      Adanya sebuah kesepakatan dari kedua pihak yang terkait.

2.      Persetujuan harus didasari dengan tidak adanya paksaan.

3.      Hasil negosiasi harus saling menguntungkan kedua pihak.

4.      Sifat persetujuannya harus praktis dan dapat diterapkan dalam melakukan sebuah perjanjian.

 

C.      STRUKTUR

Teks negosiasi memiliki struktur yang berbeda dengan teks lainnya.  Dalam teks negosiasi, terdapat bagian awal, inti, dan penutup teks. Secara umum, berikut adalah penjelasan dari masing-masing struktur teks negosiasi.

1.     Orientasi

Orientasi dalam teks negosiasi berisi percakapan pembuka antar kedua pihak yang terkait. Biasanya berisi kalimat basa-basi, seperti sapaan atau salam.

2.     Permintaan

Bagian permintaan berisi sebuah pertanyaan mengenai barang atau masalah yang sedang dihadapi. Inilah awal dari proses negosiasi.

Contoh:

Lisa     : “Mbak, petai dagangannyanya tinggal tiga ikat ini saja, ya?”

 

3.     Pemenuhan

Bagian pemenuhan berisi jawaban dari pertanyaan pada bagian permintaan yang telah diajukan sebelumnya. Pada bagian pemenuhan juga menjelaskan bahkan muncul alasan-alasan yang dapat memengaruhi pihak lain.

Contoh:

Ulfi      : “Iya, Bu. Tadi pagi habis diborong langganan.”

 

4.     Penawaran

Bagian ini merupakan inti dari proses negosiasi. Mereka saling mengajukan usulan yang dianggap akan menguntungkan. Awal sebuah kesepakatan juga akan muncul di bagian ini.

Contoh:

Lisa     : “Yasudah, Mbak. Saya ambil semua tiga ikat ini. Berapa harganya?”

Ulfi      : “Satu ikatnya Rp20.000, 00. Jadi, kalau dikalikan tiga totalnya Rp60.000,00.”

Lisa     : “Harganya tidak bisa dikurangi ya, Mbak? Saya tawa Rp15.000,00 per ikatnya, bagaimana?”

Ulfi      : “Tidak bisa, Bu. Saya beri harga Rp50.000,00 saja semuanya.”

Tutik   : “Mbak, kalau begitu saya saja yang beli petainya dengan harga Rp20.000,00. Saya mau beli dua ikat.”

Ulfi      : “Bagaimana, Bu? Mau beli dengan harga Rp50.000,00 untuk tiga ikat? Jika tidak saya mau jual ke orang lain saja.”

Lisa     : “Saya sudah saya beli dengan harga Rp50.000,00.”

 

5.     Persetujuan

Pada bagian ini kedua pihak yang terkait sudah memiliki kesepakatan yang saling menguntungkan. Contoh persetujuan dalam negosiasi jual beli adalah transaksi jual beli (pembeli membayar uang dan penjual memberi dagangannya kepada pembeli).

 

6.     Penutup

Bagian ini sama dengan orientasi, yakni berisi basa-basi setelah melakukan negosiasi. Pada bagian ini juga terdapat ucapan terima kasih dan salam.

Ulfi      : “Terima kasih, Bu.”

Llisa    : “Iya, Mbak. Sama-sama.”

 

D.     UNSUR PEMBANGUN

Teks negosiasi merupakan teks yang di dalamnya berisi tentang permintaan, penawaran, dan persetujuan dari kedua pihak yang terkait. Pihak-pihak yang terkait memiliki kepentingan masinng-masing sehingga harus disatukan melalui negosiasi. Teks negosiasi memiliki beberapa unsur yang membangun teks tersebut. Berikut adalah penjelasannya.

1.     Partisipan

Partisipan adalah orang yang ikut serta dalam suatu kegiatan. Dalam negosiasi, partisipannya sering disebut juga sebagai negosiator, yaitu orang yang melakukan negosiasi. Dalam kebahasaan, disebut sebagai mitra tutur. Dalam teks negosiaisi berbentuk dialog, partisipan dibatasi dengan titik dua. Mereka menggunakan kata sapaan, seperti Bapak, Ibu, Kakak, Anda, dsb.

 

2.     Pasangan Tuturan

Tuturan adalah ucapan atau ujaran. Di dalam teks negosiasi terdapat tuturan dari dua pihak. Tuturan tersebut berkategori tuturan langsung berupa tanya jawab antara penutur dan mitra tutur (lawan tutur atau lawan bicara). Berikut adalah contoh tuturan dalam teks negosiasi.

Windu : “Mau beli apa, Mas?” (sebagai penutur – bertanya)

Sahid   : “Mau beli gamis untuk ibu saya.” (sebagai mitra tutur – menjawab)

 

3.     Kalimat Persuasif

Dalam negosiasi, negosiator harus bisa memengaruhi lawan tuturnya utnuk menyetujui keinginannya. Oleh sebab itu, negosiasi harus menggunakan kalimat persuasif. Kalimat persuasif adalah kalimat yang berisi bujukan atau ajakan secara halus agar mitra tutur bersedia mengikuti kemauan yang disampaikan oleh penutur kalimat tersebut. Perhatikan contoh berikut!

Sahid   : “Wah, mahal sekali, Mbak. Rp100.000,00 boleh tidak?”

Windu : “Tidak boleh, Mas. Ini bahannya bagus.”

 

4.     Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat pernyataan yang dapat berupa fakta bahkan opini. Kalimat deklaratif berfungsi memberikan informasi tanpa mengharapkan respons khusus. Dalam teks negosiasi, kalimat deklaratif diperlukan untuk menginformasikan keinginan partisipan. Tujuannya adalah partisipan lain mengerti hal yang sedang dinegosiasikan. Berikut adalah contohnya.

Windu : “Tidak boleh, Mas. Ini bahannya bagus.”

 

5.     Kalimat Interogatif

Kalimat interogatif adalah kalimat berisi pertanyaan. Kalimat interogatif berfungsi menanyakan suatu hal kepada mitra tutur. Dalam teks negosiasi, kalimat interogatif diperlukan untuk menanyakan informasi tentang hal yang sedang dinegosiasikan. Berikut adalah contohnya.

Windu : “Mau beli apa, Mas?”

 

6.     Ungkapan Kesepakatan

Pada akhir negosiasi, akan muncul kesepakatan antara kedua pihak yang terkait. Ungkapan kesepakatan adalah kata atau kalimat yang mengungkapkan makna bahwa permasalahan negosiasi telah selesai dan keduanya mencapai tujuan yang sama. Berikut adalah contohnya.

Lisa     : “Baiklah, Saya terima harga Rp50.000,00 untuk tiga ikat petainya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar