Senin, 27 Juli 2020

Surat Lamaran Pekerjaan Kelas XII Semester Ganjil

1.      PENGERTIAN

Surat lamaran pekerjaan adalah surat dari seseorang yang memerlukan pekerjaan kepada orang atau pejabat yang memberikan pekerjaan atau jabatan. Surat lamaran pekerjaan dapat juga diartikan sebagai surat dari calon karyawan kepada calon atasan yang berisi permintaan agar diberi pekerjaan oleh calon atasan. Surat lamaran ini tergolong surat dinas sehingga bersifat formal atau resmi.

Prinsip surat lamaran sama dengan surat penawaran. Dalam surat lamaran, seorang pelamar harus menawarkan jasanya (data kualifikasi: pendidikan, keteranpilan, pengalaman, dll) pada instansi yang ia lamar. Dalam melamar surat lamaran pekerjaan, ada dua unsur penting yang harus dibawa oleh pelamar, yaitu surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup. Daftar riwayat hidup sering disebut juga dengan Curriculum Vitae (CV) yang memegang peranan penting dalam seleksi penerimaan calon pekerja.

 

2.      SUMBER LOWONGAN PEKERJAAN

Surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan beberapa sumber, di antaranya adalah sebagai berikut.

a.      Berdasarkan informasi kawan, kenalan, atau keluarga.

b.      Berdasarkan iklan yang dimuat di media atau siaran radio.

c.       Berdasarkan pemberitahuan di sekolah/kursus.

 

3.      STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)

(1) Tempat dan tanggal surat

Surabaya, 17 Juli 2020

(2) Hal atau Perihal

Hal : Lamaran Pekerjaan

(3) Lampiran à lembaran selain surat, misalnya: legalisasi ijazah, fotokopi KTP, dll.

Lampiran : Dua Berkas

(4) Alamat Surat

Yth. Manajer Personalia PT Sejahtera

Jalan Sukses Nomor 13

Balikpapan

(5) Salam Pembuka

Dengan hormat,

(6) Paragraf Pembuka

Setelah membaca iklan Bapak/Ibu yang dimuat di Jawa Pos tanggal 1 Juni 2020, dengan ini saya,

(7) Isi à mencakup identitas diri, tujuan yang diinginkan, dan kualifikasi pelamar

*) Identitas diri

nama                                : Astria Dewi Rosita

tempat, tanggal lahir        : Bangkalan, 8 Maret 1996

pendidikan akhir               : S1 Administrasi Bisnis

alamat                               : Jalan Mawar Nomor 8 Bangkalan

*) Tujuan yang diinginkan pelamar

Mengajukan lamaran sebagai asisten manajer di PT Sejahtera. Sebagai bahan pertimbangan, dengan ini saya lampirkan.

*) Kualifikasi pelamar

1. Fotokopi ijazah dan transkip nilai S1 Administrasi Bisnis.

2. Daftar riwayat hidup.

3. Fotokopi KTP.

4. Surat keterangan sehat.

5. Pasfoto ukuran 4x6 (dua lembar).

(8) Paragraf Penutup

Besar harapan saya untuk dapat bekerja pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Oleh karena itu, mohon Bapak/Ibu berkenan mengabulkan permohonan ini. Hal-hal lain yang diperlukan akan saya penuhi apabila lamaran dinyatakan diterima. Atas terkabulnya lamaran ini, saya ucapkan terima kasih.

(9) Tanda Tangan Pelamar

Hormat saya,                   

Astriadr                       

(Astria Dewi Rosita)       

 

4.      ASPEK KEBAHASAAN

  1. Hindari kalimat yang panjang dan berbelit-belit.
  2. Gunakan kata-kata atau istilah yang sudah lazim dipakai.
  3. Gunakan tanda baca yang benar.
  4. Gunakan ejaan yang benar.
  5. Cermati penyusunan surat dengan baik.

 


Minggu, 26 Juli 2020

Teks Prosedur Kelas XI Semester Ganjil

1.      PENGERTIAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas; metode langkah demi langkah secara pasti dalam menyelesaikan masalah. Jadi, teks prosedur adalah teks yang menjelaskan tentang langkah-langkah atau tahapan-tahapan suatu hal.

2.      TUJUAN

Tujuan dari teks prosedur adalah membantu pembaca agar dapat melakukan suatu hal dengan tepat sesuai tahapan proses yang harus dilakukan.

3.      KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)

Ciri utama teks prosedur adalah memiliki cara atau langkah-langkah yang urutannya tidak dapat diubah.

4.      PEMILIHAN TOPIK

Teks prosedur sekurang-kurangnya memiliki tiga macam tema.

a.      Kebiasaan hidup, misalnya kiat hidup sehat, kiat belajar menyenangkan, dan kiat sukses bertetangga.

b.      Aktivitas tertentu, misalnya cara membuat bolu kukus, cara menanam jagung hibrida, dan cara memelihara kucing.

c.       Penggunaan alat, misalnya cara penggunaan laptop, cara menghidupkan motor bekas, dan cara menggunakan pisau cukur.

 

5.      STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)

Unsur yang penting dalam teks prosedur adalah adanya tujuan dan langkah-langkah. Material dan simpulan kadang tidak ditemui dalam beberapa contoh teks prosedur.

a.      Tujuan

Berisi sasaran atau hasil akhir yang akan dicapai dari suatu kegiatan. Sebagai contoh, Cara Menggunakan Kartu ATM menjabarkan tentang pengantar (pengertian) dari ATM dan apa saja fungsi ATM, lalu masuk pada inti cara apa yang ingin dijelaskan secara rinci, misalnya mengambil uang dari mesin ATM.

Perhatikan contoh analisis struktur teks prosedur Cara Menggunakan Kartu ATM berikut!

Kartu ATM adalah salah satu fasilitas penting bagi nasabah sebuah bank. Dengan kartu ATM, seorang nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi penting. Transaksi penting melalui ATM, antara lain (1) pentransferan uang antarbank, baik bank yang sama maupun berbeda; (2) penarikan uang tunai; (3) pembayaran tagihan, misalnya listrik atau telepon; (4) pengecekan saldo tabungan; (5) pembayaran (belanja) di kasir di tempat-tempat tertentu; (6) pengisian pulsa telepon seluler; (7) pembayaran tiket pesawat. Agar tujuan menggunakan ATM tercapai, ada beberapa langkah yang harus Anda perhatikan. Berikut ini langkah-langkah yang biasa dilakuakn saat akan mengambil uang melalui mesin ATM.

 

b.     Material (alat dan bahan)

Berisi tentang hal-hal apa saja agar tujuan teks prosedur tercapai secara tepat. Alat berarti perkakas atau benda yang akan digunakan dalam pencapaian tujuan, sedangkan bahan berarti beberapa hal atau barang yang akan dibuat menjadi suatu benda baru dan harus dijelaskan secara rinci. Sebagai contoh, dalam Cara Membuat Donat material yang dibutuhkan.

-          200 cc air mineral

-          ½ kg tepung terigu

-          ½ bungkus ragi instan

-          4 sdm gula pasir

-          4 sdm susu kental manis

-          3 sdm mentega

-          2 sdt garam

-          2 butir telur

 

c.       Langkah-langkah

Berisi cara-cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan secara tepat. Cara tersebut tidak dapat diubah urutannya. Sebagai contoh, dalam Cara Menggunakan Kartu ATM difokuskan pada pengambilan uang melalui mesin ATM yang menjelaskan secara rinci langkah apa saja yang harus dilakukan sehingga nasabah bisa mengambil uang tabungannya.

Perhatikan contoh analisis struktur teks prosedur Cara Menggunakan Kartu ATM berikut!

1)      Pertama-tama, masukkan kartu ATM di lubang yang tersedia.

2)      Pilih bahasa dan masukan PIN.

3)      Pilih transaksi yang diinginkan.

4)      Masukkan jumlah uang yang akan ditarik.

5)      Ambil uang yang akan keluar dari lubang.

6)      Jika transaksi selesai ambil kertas tanda bukti.

7)      Jangan lupa untuk mengambil kembali kartu ATM yang keluar dari lubang.

 

d.     Simpulan

Bagian akhir yang berisi ringkasan dari keseluruhan teks. Biasanya terdapat saran dari penulis.

 

6.      ASPEK KEBAHASAAN

a.      Kalimat Perintah (Kalimat Imperatif)

Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan penutur atau penulisnya. Ciri-ciri kalimat perintah sebagai berikut.

-          Intonasi pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.

-          Diakhiri dengan tanda baca seru (!)

-          Kalimat perintah menggunakan pola inversi à predikat (P) terletak sebelum subjek (S).

Contoh:

Masukkan kartu ATM ke lubang yang tersedia.

        P                    S

-          Menggunakan partikel –lah atau –kan.

Contoh:

Ambillah kartu ATM Anda!

 

b.     Kalimat Pasif

Instruksi/panduan dapat diberikan dalam bentuk pasif apabila berkaitan dengan proses, yakni cara sesuatu dibuat atau dilaksanakan, bukan tentang cara membuat atau melaksanakan sesuatu. Kalimat pasif ini biasanya digunakan untuk memberi saran atau peringatan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Kalimat ini biasa ditandai dengan penggunaan imbuhan di-, misalnya dituangkan.

Contoh:

Setelah kartu  ATM dimasukkan, tunggu sampai layar meminta pilih bahasa.

                      S                   P

 

 

 

c.       Kriteria/Batasan

Teks prosedur harus ditulis secara rinci dan sejelas-jelasnya terkait kriteria atau batasan yang harus ada dan dilarang dalam proses tersebut.

Contoh:

Tanpa batasan          : Masukkan jumlah uang yang akan ditarik sesuai dengan yang Anda inginkan (kelipatan Rp500.000,00 atau Rp100.000,00)

Dengan batasan       : Anda tidak bisa menarik uang dari ATM dengan jumlah, seperti Rp22.750,00.

 

d.     Kata Keterangan Cara, Alat, dan Tujuan

Kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan pada kata lain.

Contoh:

Keterangan alat        : Dengan kartu ATM, seorang nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi penting.

 

e.      Kalimat Saran/Larangan

Teks prosedur memandu pembaca agar selamat, aman, dan dapat mencapai hasil maksimal sehingga diperlukan adanya saran, keharusan, dan larangan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

Contoh:

Masukkan kartu ATM, jangan sampai terbalik, bagian sisi kiri yang harus dimasukkan terlebih dahulu.

 

f.       Konjungsi (Kata Hubung)

Konjungsi yang sering digunakan adalah konjungsi waktu dan konjungsi penambahan.

Contoh:

Konjungsi waktu                  : Tunggu sampai layar meminta pilih bahasa setelah kartu  ATM dimasukkan.

Konjungsi penambahan     : Campurkan gula dan tepung terigu sedikit demi sedikit.


Sabtu, 25 Juli 2020

Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X Semester Ganjil

1.      PENGERTIAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi berarti peninjauan secara cermat. Jadi, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi laporan dari suatu peninjauan atau pengamatan secara cermat atau teliti. Oleh sebab itu, teks laporan hasil observasi harus disajikan rinci atau detail.

2.      MANFAAT

Manfaat dari adanya teks laporan hasil observasi ini adalah pembaca dapat mengetahui hal-hal berupa fakta yang telah terbukti secara ilmiah melalui peninjauan atau pengamatan yang cermat.

3.      KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)

a.      Dibuat berdasarkan fakta yang ada.

b.      Objektif à menjelaskan hal-hal apa yang ada selama pengamatan secara rinci.

c.       Tidak subjektif à tidak menggunakan pendapat (pemikiran) pribadi sedikit pun.

d.     Ditulis secara singkat, padat, dan jelas.

e.      Tidak bertele-tele à tidak membahas hal yang bukan objek pengamatan.

f.        Menggunakan bahasa yang menarik (kreativitas penulis), mudah dipahami, dan tidak menyinggung pihak mana pun.

 

4.      CARA MENDAPATKAN DATA (OBJEK) OBSERVASI

a.      Melalui Pengamatan

Melaporkan segala sesuatu berdasarkan apa yang dilihat, ditinjau, atau diamati selama proses pengamatan berlangsung sehingga tidak boleh mencampuradukkan pendapat (pemikiran) pribadi sedikit pun. Objek yang diamati adalah benda sekitar, mulai dari makhluk hidup hingga benda mati.

Contoh: Kamar Tidur

b.     Wawancara

Melaporkan hasil tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Pertanyaan tersebut minimal mencakup 5W+1H yang terdiri atas: What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), dan How (bagaimana).

Contoh: Wawancara Pemilik Kios Kelapa 092

Description: Lapak Penjual Kelapa Tutup Saluran Air di Duren Tiga ...

5.      STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)

Struktur adalah susunan atau bangunan yang berarti tidak boleh diacak. Dengan kata lain, struktur teks harus urut dari awal hingga akhir. Struktur teks laporan hasil observasi adalah deskripsi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Beberapa sumber akan menyebut deskripsi dengan pernyataan atau definisi. Ketiganya sama saja. Jadi, jangan bingung lagi ya😊

a.      Deskripsi Umum

Bagian ini menjelaskan tentang konsep atau pengertian secara umum apa yang akan dibahas dalam suatu teks laporan hasil observasi.  Pada umumnya, bagian awal sebuah teks merupakan sedikit pembukaan yang menjadi pengantar ke bagian berikutnya. Namun, penjelasannya tidak terlalu rinci seperti pada bagian selanjutnya. Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, yang disoroti adalah es kelapa yang masuk kategori minuman sehingga dalam deskripsi umum, penulis perlu menjabarkan konsep atau gambaran umum tentang minuman.

Perhatikan contoh berikut!

Minum merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagai sala satu kebutuhan primer, usaha yang menggeluti bidang ini ( es kelapa muda ) sudah barang tentu laris manis diserbu setiap konsumen, apalagi bila posisinya strategis. Dan minuman yang dijualnya tersebut, disaji dan dikemas dalam bentuk yang menarik serta rasa yang yang dapat menghilangkan dahaga

 

Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html

 

b.     Deskripsi Bagian

Bagian ini menjelaskan lebih detail/rinci dari objek observasi yang diamati.

Ø  Jika objek yang diamati adalah benda sekitar, jelaskan tentang semua ciri-ciri benda terserbut secara rinci.

Ø  Jika objek yang diamati dari hasil wawancara, jelaskan tentang jawaban narasumber yang berkaitan tentang siapa, kapan, dimana, dan mengapa.

Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi umum, penulis perlu menjabarkan lokasi, pemilik, alasan, kapan, dsb sehingga mendapat laporan yang rinci.

Perhatikan contoh berikut!

Seperti observasi yang kami lakukan pada sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai  kuli bangunan dan buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini. Dengan bermodalkan pengalaman turun menurun dari orang tua dan kakanya mas Wahidin bertekad untuk meneruskan usaha keluarganya itu. Lalu dimulailah usahanya es kelapa muda itu pada tahun 2005 dengan modal awal Rp. 5.000.000,00 yang digunakan untuk menyewa kios seharga Rp. 3.500.000,00, membeli perlatan seperti meja, ursi, wadah-wadah, gelas dan kelapa. Produk yang dijual ketika itu adalah es kelapa muda biasa dengan harga Rp. 1.500,00/bungkus, es kelapa muda susu putih / cokelat dengan harga Rp. 2000,00/bungkus, satu batok kelapa es kelapa muda seharga Rp. 5.000,00/batok, dan es jeruk, tetapi untuk sekarang es jeruk sudah tidak menjadi menu minuman di kiosnya karena terlalu repot. Kios yang biasa buka dari pukul 09.00 dan tutup pada pukul 21.00 ini mendapat pasokan es kelapa muda dari pasar Anyar Bogor dan Sukabumi dengan harga Rp. 2700,00 yang sudah termasuk uang trasport.

Adapun alasan mas Wahidin memilih jalan Babakan Raya Darmada untuk dijadikan markasnya adalah adanya informasi dari temannya yang lebih dulu berjualan di wilayah kisaran kampus IPB. Penjual yang memiliki prinsip harus berbagi ini mengakui bahwa wilayah kampus IPB ini sangat ramai sehingga tiap bulan mas Wahidin dapat meraih keuntungan bersih senilai Rp. 3.000.000,00, tetapi penghasilan itu akan berkurang ketika datangnya musim hujan dan akan kembali naik jika musim kemarau yang panas serta bulan ramadhan tiba.”Ya kalo hari-hari biasa sih bisa dapat keuntungan ampe Rp. 3.000.000,00/bulan apalagi kalo musim panas sama bulan puasa penghasilannya bisa tambah bagus”jawab mas wahidin sambil tersenyum.

Dalam menjalani ushanya ini mas Wahidain bukannya tanpa kendala, biasanya kendala yang dihadapi adalah pasokan kelapa muda yang terbatas di pasar anyar Bogor dan ketika hari libur kampus tiba karena mayoritas yang membeli es kalapa mudanya adalah mahasiswa kampus IPB. Tetapi semua kendala itu tidak membuat mas Wahidin berpaling dari usahanya sebagai penjual es kelapa muda.

Panjual es kelapa muda yang selalu tersenyum ketika melayani konsumennya ini memiliki beberapa harapan yang ingin dicapai yang pertama adalah ingin memiliki kios sendiri dengan skala yang lebih besar dan membuka cabang baru di sekitar bogor. Ketika ditanya kiat-kiat sukses  yang menjadi acuannya selama ini, mas Wahidin menjawab ”ah yang penting tekun, sabar, tidak boros, yakin dan pantang menyerah, oh iya satu lagi engga iri ketika penjual lain lebih laris dari apa yang kita jual, kan rejeki udah ada yang ngatur”.

Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html

c.       Deskripsi Manfaat

Bagian ini menjelaskan manfaat dari objek observasi yang dilakukan. Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi manfaat, penulis perlu menjabarkan manfaat berupa pengetahuan terkait usaha minuman apakah bermanfaat atau justru sebaliknya.

Perhatikan contoh berikut!

Menjadi seorang wirausahawan yang sukses seperti Mas Wahidin tidaklah mudah. Membangun usaha sampai beromset jutaan seperti beliau, pastilah dimulai dengan pengalaman dan keyakinan. Pelajaran penting yang dapat diteladani, yaitu sebagai wiraushawan sejati  jeli melihat peluang, percaya diri,tekun, berpikiran positif, dan berani mengambil risiko. Sifat wirausaha Mas  Wahidin diperoleh dari sikap mau belajar dan ikhlas, artinya sifatnya bukan karena bakat dan keturunan. Ia juga sosok yang mudah bergaul dan pekerja keras. Tetapi  sikap motivasi dan kreatifnya kurang dikembangkan. Padahal usaha es kelapa di lingkungan IPB merupakan tempat yang strategis. Jadi, ada banyak ide kreatif yang dapat direalisasikan untuk kemajuan usaha ini, asalkan mau mencoba. Ide kreatif  muncul dari keinginan merealisasikan sesuatu yang berbeda dengan keadaan sekitar. Hasil ide kreatif dapat  menambah nilai jual produk.

Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html

6.      ASPEK KEBAHASAAN

Berikut adalah aspek (ciri) kebahasaan dari teks laporan hasil observasi.

a.      Afiksasi (Imbuhan)

1)      Prefiksasi

Imbuhan yang terletak di awal sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: ber-, me-, di-, pe-, ke-, ter-, se-.

Contoh:

ber+lari = berlari

men+tangis = menangis

di+makan = dimakan

 

2)      Infiksasi

Imbuhan yang terletak di tengah sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -em-, -er-, -el-.

Contoh:

-em- + tali = temali

-er- + gigi = gerigi

-el- + tunjuk = telunjuk

 

3)      Sufiksasi

Imbuhan yang terletak di akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -kan, -an, -i.

Contoh:

Makan + -an = makanan

Temu +i = temui

Ambil + kan = ambilkan

 

4)      Konfiksasi

Imbuhan yang terletak di awal dan akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: per-an, ke-an, ber-an, me-kan.

Contoh:

pe- + desa + -an = pedesaan

ke- + angkuh + -an = keangkuhan

men- + jalan + -kan = menjalankan

 

b.     Frasa (Kelompok Kata)

Gabungan minimal dua kata yang membentuk makna baru. Frasa sendiri dibagi menjadi empat jenis.

-          Frasa nomina à membentuk makna kata benda. Contoh: buku + tulis = buku tulis, meja + makan = meja makan.

-          Frasa verba à membentuk makna kata kerja. Contoh: sedang + mandi = sedang mandi, sudah + tidur = sudah tidur.

-          Frasa adjektiva à membentuk makna kata sifat. Contoh: sangat + cantik = sangat cantik, baik + hati = baik hati.

-          Frasa preposisional à pembentukannya menggunakan kata depan sehingga merujuk ke kata keterangan. Contoh: di pasar, ke Bandung, dari sekolah.

 

c.       Klausa

Hanya terdiri atas subjek (S) dan predikat (P). Meskipun dalam kalimat tersebut terdapat unsur gramatikal lain, seperti objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (Pel), klausa tetap yang terdiri atas S+P.

Contoh:

Saya pergi

   S       P          à terdiri atas satu klausa

Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak

   S             P         O           Konj         S          P        à terdiri atas dua klausa

 

d.     Kalimat Definisi

Kalimat yang mengungkapkan makna dari sebuah istilah teknik atau ilmiah tertentu. Biasanya ditandai dengan kata “adalah”, “ialah”, “merupakan”, “yakni”, “yaitu”.

Contoh:

Minum merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

 

e.      Kalimat Deskripsi

Kalimat yang menjelaskan sesuatu secara detail atau rinci.

Contoh:

Seperti observasi yang kami lakukan pada sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai  kuli bangunan dan buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini. 

 

f.       Kalimat Simpleks dan Kompleks

-          Kalimat Simpleks à kalimat yang terdiri atas satu klausa.

Contoh:

Saya pergi ke kota

   S       P           K             à terdiri atas satu klausa

 

-          Kalimat Kompleks à kalimat yang terdiri atas minimal dua klausa. Antarklausa tersebut dihubungkan oleh konjungsi (kata hubung).

Contoh:

Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak

   S             P         O           Konj         S          P             à terdiri atas dua klausa