Surat lamaran
pekerjaan adalah surat dari seseorang yang memerlukan pekerjaan kepada orang
atau pejabat yang memberikan pekerjaan atau jabatan. Surat lamaran pekerjaan
dapat juga diartikan sebagai surat dari calon karyawan kepada calon atasan yang
berisi permintaan agar diberi pekerjaan oleh calon atasan. Surat lamaran ini
tergolong surat dinas sehingga bersifat formal atau resmi.
Prinsip surat
lamaran sama dengan surat penawaran. Dalam surat lamaran, seorang pelamar harus
menawarkan jasanya (data kualifikasi: pendidikan, keteranpilan, pengalaman,
dll) pada instansi yang ia lamar. Dalam melamar surat lamaran pekerjaan, ada
dua unsur penting yang harus dibawa oleh pelamar, yaitu surat lamaran pekerjaan
dan daftar riwayat hidup. Daftar riwayat hidup sering disebut juga dengan Curriculum Vitae (CV) yang memegang
peranan penting dalam seleksi penerimaan calon pekerja.
2.SUMBER
LOWONGAN PEKERJAAN
Surat lamaran
pekerjaan dapat diajukan berdasarkan beberapa sumber, di antaranya adalah
sebagai berikut.
a.Berdasarkan
informasi kawan, kenalan, atau keluarga.
b.Berdasarkan
iklan yang dimuat di media atau siaran radio.
c.Berdasarkan
pemberitahuan di sekolah/kursus.
3.STRUKTUR
(UNSUR-UNSUR)
(1) Tempat dan tanggal surat
Surabaya, 17 Juli 2020
(2) Hal atau Perihal
Hal : Lamaran Pekerjaan
(3) Lampiran à lembaran selain surat, misalnya: legalisasi ijazah,
fotokopi KTP, dll.
Lampiran : Dua Berkas
(4) Alamat Surat
Yth. Manajer Personalia PT Sejahtera
Jalan Sukses Nomor 13
Balikpapan
(5) Salam Pembuka
Dengan hormat,
(6) Paragraf Pembuka
Setelah membaca iklan Bapak/Ibu yang dimuat di Jawa Pos tanggal 1 Juni 2020, dengan ini saya,
(7) Isi à mencakup identitas diri, tujuan yang diinginkan, dan
kualifikasi pelamar
*) Identitas diri
nama: Astria Dewi Rosita
tempat, tanggal lahir:
Bangkalan, 8 Maret 1996
pendidikan akhir: S1
Administrasi Bisnis
alamat: Jalan Mawar Nomor 8 Bangkalan
*) Tujuan yang diinginkan pelamar
Mengajukan lamaran sebagai asisten manajer di PT Sejahtera. Sebagai bahan
pertimbangan, dengan ini saya lampirkan.
*)
Kualifikasi pelamar
1. Fotokopi ijazah dan transkip nilai S1
Administrasi Bisnis.
2. Daftar riwayat hidup.
3. Fotokopi KTP.
4. Surat keterangan sehat.
5. Pasfoto ukuran 4x6 (dua lembar).
(8) Paragraf Penutup
Besar harapan saya untuk dapat bekerja pada
perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Oleh karena itu, mohon Bapak/Ibu berkenan
mengabulkan permohonan ini. Hal-hal lain yang diperlukan akan saya penuhi
apabila lamaran dinyatakan diterima. Atas terkabulnya lamaran ini, saya ucapkan
terima kasih.
(9) Tanda Tangan Pelamar
Hormat saya,
Astriadr
(Astria Dewi Rosita)
4.ASPEK
KEBAHASAAN
Hindari kalimat yang panjang dan berbelit-belit.
Gunakan kata-kata atau istilah yang sudah lazim dipakai.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosedur
adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas; metode langkah demi
langkah secara pasti dalam menyelesaikan masalah. Jadi, teks prosedur adalah
teks yang menjelaskan tentang langkah-langkah atau tahapan-tahapan suatu hal.
2.TUJUAN
Tujuan dari teks prosedur adalah membantu pembaca agar
dapat melakukan suatu hal dengan tepat sesuai tahapan proses yang harus
dilakukan.
3.KARAKTERISTIK
(CIRI-CIRI)
Ciri utama teks prosedur adalah memiliki cara atau
langkah-langkah yang urutannya tidak dapat diubah.
4.PEMILIHAN
TOPIK
Teks prosedur sekurang-kurangnya memiliki tiga macam
tema.
a.Kebiasaan
hidup, misalnya kiat hidup sehat, kiat belajar menyenangkan, dan kiat sukses
bertetangga.
b.Aktivitas
tertentu, misalnya cara membuat bolu kukus, cara menanam jagung hibrida, dan
cara memelihara kucing.
c.Penggunaan
alat, misalnya cara penggunaan laptop, cara menghidupkan motor bekas, dan cara
menggunakan pisau cukur.
5.STRUKTUR
(UNSUR-UNSUR)
Unsur yang penting dalam teks
prosedur adalah adanya tujuan dan langkah-langkah. Material dan simpulan kadang
tidak ditemui dalam beberapa contoh teks prosedur.
a.Tujuan
Berisi sasaran atau hasil akhir yang akan dicapai dari
suatu kegiatan. Sebagai contoh, Cara
Menggunakan Kartu ATM menjabarkan tentang pengantar (pengertian) dari ATM
dan apa saja fungsi ATM, lalu masuk pada inti cara apa yang ingin dijelaskan
secara rinci, misalnya mengambil uang dari mesin ATM.
Perhatikan contoh analisis struktur teks prosedur Cara Menggunakan Kartu ATM berikut!
Kartu ATM adalah salah satu fasilitas penting bagi
nasabah sebuah bank. Dengan kartu ATM, seorang nasabah bisa dengan mudah
melakukan transaksi penting. Transaksi penting melalui ATM, antara lain (1)
pentransferan uang antarbank, baik bank yang sama maupun berbeda; (2) penarikan
uang tunai; (3) pembayaran tagihan, misalnya listrik atau telepon; (4)
pengecekan saldo tabungan; (5) pembayaran (belanja) di kasir di tempat-tempat
tertentu; (6) pengisian pulsa telepon seluler; (7) pembayaran tiket pesawat.
Agar tujuan menggunakan ATM tercapai, ada beberapa langkah yang harus Anda
perhatikan. Berikut ini langkah-langkah yang biasa dilakuakn saat akan
mengambil uang melalui mesin ATM.
b.Material
(alat dan bahan)
Berisi tentang hal-hal apa saja agar tujuan teks prosedur
tercapai secara tepat. Alat berarti perkakas atau benda yang akan digunakan
dalam pencapaian tujuan, sedangkan bahan berarti beberapa hal atau barang yang
akan dibuat menjadi suatu benda baru dan harus dijelaskan secara rinci. Sebagai
contoh, dalam Cara Membuat Donat
material yang dibutuhkan.
-200
cc air mineral
-½ kg
tepung terigu
-½
bungkus ragi instan
-4 sdm
gula pasir
-4 sdm
susu kental manis
-3 sdm
mentega
-2 sdt
garam
-2
butir telur
c.Langkah-langkah
Berisi cara-cara yang harus ditempuh untuk mencapai
tujuan secara tepat. Cara tersebut tidak dapat diubah urutannya. Sebagai
contoh, dalam Cara Menggunakan Kartu ATM
difokuskan pada pengambilan uang melalui mesin ATM yang menjelaskan secara
rinci langkah apa saja yang harus dilakukan sehingga nasabah bisa mengambil
uang tabungannya.
Perhatikan contoh analisis struktur teks prosedur Cara Menggunakan Kartu ATM berikut!
1)Pertama-tama,
masukkan kartu ATM di lubang yang tersedia.
7)Jangan
lupa untuk mengambil kembali kartu ATM yang keluar dari lubang.
d.Simpulan
Bagian akhir yang berisi ringkasan dari keseluruhan teks.
Biasanya terdapat saran dari penulis.
6.ASPEK
KEBAHASAAN
a.Kalimat
Perintah (Kalimat Imperatif)
Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna
memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang
diinginkan penutur atau penulisnya. Ciri-ciri kalimat perintah sebagai berikut.
-Intonasi
pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.
-Diakhiri
dengan tanda baca seru (!)
-Kalimat
perintah menggunakan pola inversi à predikat (P)
terletak sebelum subjek (S).
Contoh:
Masukkankartu ATM ke lubang yang tersedia.
PS
-Menggunakan
partikel –lah atau –kan.
Contoh:
Ambillah kartu ATM Anda!
b.Kalimat
Pasif
Instruksi/panduan dapat diberikan dalam bentuk pasif
apabila berkaitan dengan proses, yakni cara sesuatu dibuat atau dilaksanakan,
bukan tentang cara membuat atau melaksanakan sesuatu. Kalimat pasif ini
biasanya digunakan untuk memberi saran atau peringatan agar tidak terjadi
kesalahan yang fatal. Kalimat ini biasa ditandai dengan penggunaan imbuhan di-, misalnya dituangkan.
Contoh:
Setelah kartuATM dimasukkan, tunggu sampai layar meminta
pilih bahasa.
SP
c.Kriteria/Batasan
Teks prosedur harus ditulis secara rinci dan
sejelas-jelasnya terkait kriteria atau batasan yang harus ada dan dilarang
dalam proses tersebut.
Contoh:
Tanpa batasan: Masukkan
jumlah uang yang akan ditarik sesuai dengan yang Anda inginkan (kelipatan
Rp500.000,00 atau Rp100.000,00)
Dengan batasan: Anda tidak bisa
menarik uang dari ATM dengan jumlah, seperti Rp22.750,00.
d.Kata
Keterangan Cara, Alat, dan Tujuan
Kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan
keterangan pada kata lain.
Contoh:
Keterangan alat: Dengan kartu
ATM, seorang nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi penting.
e.Kalimat
Saran/Larangan
Teks prosedur memandu pembaca agar selamat, aman, dan
dapat mencapai hasil maksimal sehingga diperlukan adanya saran, keharusan, dan larangan
agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.
Contoh:
Masukkan kartu ATM, jangan
sampai terbalik, bagian sisi kiri yang harus dimasukkan terlebih dahulu.
f.Konjungsi
(Kata Hubung)
Konjungsi yang sering digunakan adalah konjungsi waktu
dan konjungsi penambahan.
Contoh:
Konjungsi waktu:
Tunggu sampai layar meminta pilih bahasa setelah
kartuATM dimasukkan.
Konjungsi penambahan: Campurkan
gula dan tepung terigu sedikit demi
sedikit.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), observasi berarti peninjauan
secara cermat. Jadi, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi
laporan dari suatu peninjauan atau pengamatan secara cermat atau teliti. Oleh
sebab itu, teks laporan hasil observasi harus disajikan rinci atau detail.
2.MANFAAT
Manfaat dari adanya teks laporan
hasil observasi ini adalah pembaca dapat mengetahui hal-hal berupa fakta yang
telah terbukti secara ilmiah melalui peninjauan atau pengamatan yang cermat.
3.KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)
a.Dibuat
berdasarkan fakta yang ada.
b.Objektifà menjelaskan hal-hal apa yang ada selama pengamatan
secara rinci.
c.Tidak
subjektifà tidak menggunakan pendapat (pemikiran) pribadi sedikit
pun.
d.Ditulis
secara singkat, padat, dan jelas.
e.Tidak
bertele-tele à tidak membahas hal yang bukan objek pengamatan.
f.Menggunakan
bahasa yang menarik (kreativitas penulis), mudah dipahami, dan tidak
menyinggung pihak mana pun.
4.CARA MENDAPATKAN DATA (OBJEK) OBSERVASI
a.Melalui
Pengamatan
Melaporkan segala sesuatu
berdasarkan apa yang dilihat, ditinjau, atau diamati selama proses pengamatan
berlangsung sehingga tidak boleh mencampuradukkan pendapat (pemikiran) pribadi
sedikit pun. Objek yang diamati adalah benda sekitar, mulai dari makhluk hidup
hingga benda mati.
Contoh: Kamar Tidur
b.Wawancara
Melaporkan hasil tanya jawab
antara pewawancara dan narasumber. Pertanyaan tersebut minimal mencakup 5W+1H
yang terdiri atas: What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa),
Why (mengapa), dan How (bagaimana).
Contoh: Wawancara Pemilik Kios Kelapa
092
5.STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)
Struktur adalah susunan atau
bangunan yang berarti tidak boleh diacak. Dengan kata lain, struktur teks harus
urut dari awal hingga akhir. Struktur teks laporan hasil observasi adalah
deskripsi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Beberapa sumber akan
menyebut deskripsi dengan pernyataan atau definisi. Ketiganya sama saja. Jadi, jangan bingung lagi ya😊
a.Deskripsi
Umum
Bagian ini menjelaskan tentang konsep atau
pengertian secara umum apa yang akan dibahas dalam suatu teks laporan
hasil observasi. Pada umumnya, bagian
awal sebuah teks merupakan sedikit pembukaan yang menjadi pengantar ke bagian
berikutnya. Namun, penjelasannya tidak terlalu rinci seperti pada bagian
selanjutnya. Sebagai contoh, pada observasi Kios
Kelapa 092, yang disoroti adalah es kelapa yang masuk kategori minuman
sehingga dalam deskripsi umum, penulis perlu menjabarkan konsep atau gambaran
umum tentang minuman.
Perhatikan contoh berikut!
Minum merupakan
kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagai sala
satu kebutuhan primer, usaha yang menggeluti bidang
ini ( es kelapa muda ) sudah barang tentu laris manis diserbu setiap
konsumen, apalagi bila posisinya strategis. Dan
minuman yang dijualnya tersebut, disaji dan
dikemas dalam bentuk yang menarik serta rasa yang yang
dapat menghilangkan dahaga.
Bagian ini menjelaskan lebih detail/rinci dari
objek observasi yang diamati.
ØJika objek yang diamati adalah benda sekitar, jelaskan
tentang semua ciri-ciri benda terserbut secara rinci.
ØJika objek yang diamati dari hasil wawancara, jelaskan
tentang jawaban narasumber yang berkaitan tentang siapa, kapan, dimana, dan
mengapa.
Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi umum, penulis perlu
menjabarkan lokasi, pemilik, alasan, kapan, dsb sehingga mendapat laporan yang
rinci.
Perhatikan contoh berikut!
Seperti observasi yang kami lakukan pada
sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di
jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh
seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau
pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai kuli bangunan dan
buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini. Dengan bermodalkan
pengalaman turun menurun dari orang tua dan kakanya mas Wahidin bertekad untuk
meneruskan usaha keluarganya itu. Lalu dimulailah usahanya es kelapa muda
itu pada tahun 2005 dengan modal awal Rp. 5.000.000,00 yang digunakan untuk
menyewa kios seharga Rp. 3.500.000,00, membeli perlatan seperti meja, ursi,
wadah-wadah, gelas dan kelapa. Produk yang dijual ketika itu adalah es kelapa
muda biasa dengan harga Rp. 1.500,00/bungkus, es kelapa muda susu putih /
cokelat dengan harga Rp. 2000,00/bungkus, satu batok kelapa es kelapa muda
seharga Rp. 5.000,00/batok, dan es jeruk, tetapi untuk sekarang es jeruk sudah
tidak menjadi menu minuman di kiosnya karena terlalu repot. Kios yang biasa
buka dari pukul 09.00 dan tutup pada pukul 21.00 ini mendapat pasokan es kelapa
muda dari pasar Anyar Bogor dan Sukabumi dengan harga Rp. 2700,00 yang sudah
termasuk uang trasport.
Adapun alasan mas Wahidin memilih jalan Babakan Raya Darmada
untuk dijadikan markasnya adalah adanya informasi dari temannya yang lebih dulu
berjualan di wilayah kisaran kampus IPB. Penjual yang memiliki prinsip harus
berbagi ini mengakui bahwa wilayah kampus IPB ini sangat ramai sehingga tiap
bulan mas Wahidin dapat meraih keuntungan bersih senilai Rp. 3.000.000,00,
tetapi penghasilan itu akan berkurang ketika datangnya musim hujan dan akan
kembali naik jika musim kemarau yang panas serta bulan ramadhan tiba.”Ya kalo
hari-hari biasa sih bisa dapat keuntungan ampe Rp. 3.000.000,00/bulan apalagi
kalo musim panas sama bulan puasa penghasilannya bisa tambah bagus”jawab mas
wahidin sambil tersenyum.
Dalam menjalani ushanya ini mas Wahidain
bukannya tanpa kendala, biasanya kendala yang dihadapi adalah pasokan kelapa
muda yang terbatas di pasar anyar Bogor dan ketika hari libur kampus tiba
karena mayoritas yang membeli es kalapa mudanya adalah mahasiswa kampus IPB.
Tetapi semua kendala itu tidak membuat mas Wahidin berpaling dari usahanya
sebagai penjual es kelapa muda.
Panjual es kelapa muda yang selalu
tersenyum ketika melayani konsumennya ini memiliki beberapa harapan yang ingin
dicapai yang pertama adalah ingin memiliki kios sendiri dengan skala yang lebih
besar dan membuka cabang baru di sekitar bogor. Ketika ditanya kiat-kiat
sukses yang menjadi acuannya selama ini, mas Wahidin menjawab ”ah
yang penting tekun, sabar, tidak boros, yakin dan pantang menyerah, oh iya satu
lagi engga iri ketika penjual lain lebih laris dari apa yang kita jual, kan
rejeki udah ada yang ngatur”.
Bagian ini menjelaskan manfaat dari objek observasi
yang dilakukan. Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi manfaat, penulis perlu
menjabarkan manfaat berupa pengetahuan terkait usaha minuman apakah bermanfaat
atau justru sebaliknya.
Perhatikan contoh berikut!
Menjadi seorang wirausahawan yang sukses
seperti Mas Wahidin tidaklah mudah. Membangun usaha sampai beromset jutaan
seperti beliau, pastilah dimulai dengan pengalaman dan keyakinan. Pelajaran
penting yang dapat diteladani, yaitu sebagai wiraushawan sejati jeli
melihat peluang, percaya diri,tekun, berpikiran positif, dan berani mengambil
risiko. Sifat wirausaha Mas Wahidin diperoleh dari sikap mau belajar
dan ikhlas, artinya sifatnya bukan karena bakat dan keturunan. Ia juga sosok
yang mudah bergaul dan pekerja keras. Tetapi sikap motivasi dan
kreatifnya kurang dikembangkan. Padahal usaha es kelapa di lingkungan IPB
merupakan tempat yang strategis. Jadi, ada banyak ide kreatif yang dapat
direalisasikan untuk kemajuan usaha ini, asalkan mau mencoba. Ide
kreatif muncul dari keinginan merealisasikan sesuatu yang berbeda
dengan keadaan sekitar. Hasil ide kreatif dapat menambah nilai jual
produk.
Berikut adalah aspek (ciri) kebahasaan dari teks laporan
hasil observasi.
a.Afiksasi
(Imbuhan)
1)Prefiksasi
Imbuhan yang terletak
di awal sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: ber-, me-, di-, pe-, ke-,
ter-, se-.
Contoh:
ber+lari =
berlari
men+tangis =
menangis
di+makan =
dimakan
2)Infiksasi
Imbuhan yang
terletak di tengah sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -em-, -er-,
-el-.
Contoh:
-em- + tali =
temali
-er- + gigi =
gerigi
-el- + tunjuk =
telunjuk
3)Sufiksasi
Imbuhan yang
terletak di akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -kan, -an, -i.
Contoh:
Makan + -an =
makanan
Temu +i = temui
Ambil + kan =
ambilkan
4)Konfiksasi
Imbuhan yang
terletak di awal dan akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: per-an,
ke-an, ber-an, me-kan.
Contoh:
pe- + desa + -an
= pedesaan
ke- + angkuh +
-an = keangkuhan
men- + jalan +
-kan = menjalankan
b.Frasa
(Kelompok Kata)
Gabungan minimal dua kata yang membentuk makna baru. Frasa
sendiri dibagi menjadi empat jenis.
-Frasa
nomina à membentuk makna kata benda. Contoh: buku + tulis = buku
tulis, meja + makan = meja makan.
-Frasa
verba à membentuk makna kata kerja. Contoh: sedang + mandi =
sedang mandi, sudah + tidur = sudah tidur.
-Frasa
adjektiva à membentuk makna kata sifat. Contoh: sangat + cantik =
sangat cantik, baik + hati = baik hati.
-Frasa
preposisional à pembentukannya menggunakan kata depan sehingga merujuk
ke kata keterangan. Contoh: di pasar, ke Bandung, dari sekolah.
c.Klausa
Hanya terdiri atas subjek (S) dan predikat (P). Meskipun dalam
kalimat tersebut terdapat unsur gramatikal lain, seperti objek (O), keterangan
(K), dan pelengkap (Pel), klausa tetap yang terdiri atas S+P.
Contoh:
Saya pergi
S P à terdiri atas satu klausa
Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak
S P O Konj S P à terdiri atas dua klausa
d.Kalimat
Definisi
Kalimat yang mengungkapkan makna dari sebuah istilah
teknik atau ilmiah tertentu. Biasanya ditandai dengan kata “adalah”, “ialah”, “merupakan”,
“yakni”, “yaitu”.
Contoh:
Minum merupakan
kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
e.Kalimat
Deskripsi
Kalimat yang menjelaskan sesuatu secara detail atau
rinci.
Contoh:
Seperti observasi yang kami lakukan pada
sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di
jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh
seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau
pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai kuli bangunan dan
buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini.
f.Kalimat
Simpleks dan Kompleks
-Kalimat
Simpleks à kalimat yang terdiri atas satu klausa.
Contoh:
Saya pergi ke
kota
S
P K à terdiri atas satu klausa
-Kalimat
Kompleks à kalimat yang terdiri atas minimal dua klausa. Antarklausa
tersebut dihubungkan oleh konjungsi (kata hubung).