Minggu, 26 Juli 2020

Teks Prosedur Kelas XI Semester Ganjil

1.      PENGERTIAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas; metode langkah demi langkah secara pasti dalam menyelesaikan masalah. Jadi, teks prosedur adalah teks yang menjelaskan tentang langkah-langkah atau tahapan-tahapan suatu hal.

2.      TUJUAN

Tujuan dari teks prosedur adalah membantu pembaca agar dapat melakukan suatu hal dengan tepat sesuai tahapan proses yang harus dilakukan.

3.      KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)

Ciri utama teks prosedur adalah memiliki cara atau langkah-langkah yang urutannya tidak dapat diubah.

4.      PEMILIHAN TOPIK

Teks prosedur sekurang-kurangnya memiliki tiga macam tema.

a.      Kebiasaan hidup, misalnya kiat hidup sehat, kiat belajar menyenangkan, dan kiat sukses bertetangga.

b.      Aktivitas tertentu, misalnya cara membuat bolu kukus, cara menanam jagung hibrida, dan cara memelihara kucing.

c.       Penggunaan alat, misalnya cara penggunaan laptop, cara menghidupkan motor bekas, dan cara menggunakan pisau cukur.

 

5.      STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)

Unsur yang penting dalam teks prosedur adalah adanya tujuan dan langkah-langkah. Material dan simpulan kadang tidak ditemui dalam beberapa contoh teks prosedur.

a.      Tujuan

Berisi sasaran atau hasil akhir yang akan dicapai dari suatu kegiatan. Sebagai contoh, Cara Menggunakan Kartu ATM menjabarkan tentang pengantar (pengertian) dari ATM dan apa saja fungsi ATM, lalu masuk pada inti cara apa yang ingin dijelaskan secara rinci, misalnya mengambil uang dari mesin ATM.

Perhatikan contoh analisis struktur teks prosedur Cara Menggunakan Kartu ATM berikut!

Kartu ATM adalah salah satu fasilitas penting bagi nasabah sebuah bank. Dengan kartu ATM, seorang nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi penting. Transaksi penting melalui ATM, antara lain (1) pentransferan uang antarbank, baik bank yang sama maupun berbeda; (2) penarikan uang tunai; (3) pembayaran tagihan, misalnya listrik atau telepon; (4) pengecekan saldo tabungan; (5) pembayaran (belanja) di kasir di tempat-tempat tertentu; (6) pengisian pulsa telepon seluler; (7) pembayaran tiket pesawat. Agar tujuan menggunakan ATM tercapai, ada beberapa langkah yang harus Anda perhatikan. Berikut ini langkah-langkah yang biasa dilakuakn saat akan mengambil uang melalui mesin ATM.

 

b.     Material (alat dan bahan)

Berisi tentang hal-hal apa saja agar tujuan teks prosedur tercapai secara tepat. Alat berarti perkakas atau benda yang akan digunakan dalam pencapaian tujuan, sedangkan bahan berarti beberapa hal atau barang yang akan dibuat menjadi suatu benda baru dan harus dijelaskan secara rinci. Sebagai contoh, dalam Cara Membuat Donat material yang dibutuhkan.

-          200 cc air mineral

-          ½ kg tepung terigu

-          ½ bungkus ragi instan

-          4 sdm gula pasir

-          4 sdm susu kental manis

-          3 sdm mentega

-          2 sdt garam

-          2 butir telur

 

c.       Langkah-langkah

Berisi cara-cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan secara tepat. Cara tersebut tidak dapat diubah urutannya. Sebagai contoh, dalam Cara Menggunakan Kartu ATM difokuskan pada pengambilan uang melalui mesin ATM yang menjelaskan secara rinci langkah apa saja yang harus dilakukan sehingga nasabah bisa mengambil uang tabungannya.

Perhatikan contoh analisis struktur teks prosedur Cara Menggunakan Kartu ATM berikut!

1)      Pertama-tama, masukkan kartu ATM di lubang yang tersedia.

2)      Pilih bahasa dan masukan PIN.

3)      Pilih transaksi yang diinginkan.

4)      Masukkan jumlah uang yang akan ditarik.

5)      Ambil uang yang akan keluar dari lubang.

6)      Jika transaksi selesai ambil kertas tanda bukti.

7)      Jangan lupa untuk mengambil kembali kartu ATM yang keluar dari lubang.

 

d.     Simpulan

Bagian akhir yang berisi ringkasan dari keseluruhan teks. Biasanya terdapat saran dari penulis.

 

6.      ASPEK KEBAHASAAN

a.      Kalimat Perintah (Kalimat Imperatif)

Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan penutur atau penulisnya. Ciri-ciri kalimat perintah sebagai berikut.

-          Intonasi pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.

-          Diakhiri dengan tanda baca seru (!)

-          Kalimat perintah menggunakan pola inversi à predikat (P) terletak sebelum subjek (S).

Contoh:

Masukkan kartu ATM ke lubang yang tersedia.

        P                    S

-          Menggunakan partikel –lah atau –kan.

Contoh:

Ambillah kartu ATM Anda!

 

b.     Kalimat Pasif

Instruksi/panduan dapat diberikan dalam bentuk pasif apabila berkaitan dengan proses, yakni cara sesuatu dibuat atau dilaksanakan, bukan tentang cara membuat atau melaksanakan sesuatu. Kalimat pasif ini biasanya digunakan untuk memberi saran atau peringatan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Kalimat ini biasa ditandai dengan penggunaan imbuhan di-, misalnya dituangkan.

Contoh:

Setelah kartu  ATM dimasukkan, tunggu sampai layar meminta pilih bahasa.

                      S                   P

 

 

 

c.       Kriteria/Batasan

Teks prosedur harus ditulis secara rinci dan sejelas-jelasnya terkait kriteria atau batasan yang harus ada dan dilarang dalam proses tersebut.

Contoh:

Tanpa batasan          : Masukkan jumlah uang yang akan ditarik sesuai dengan yang Anda inginkan (kelipatan Rp500.000,00 atau Rp100.000,00)

Dengan batasan       : Anda tidak bisa menarik uang dari ATM dengan jumlah, seperti Rp22.750,00.

 

d.     Kata Keterangan Cara, Alat, dan Tujuan

Kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan pada kata lain.

Contoh:

Keterangan alat        : Dengan kartu ATM, seorang nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi penting.

 

e.      Kalimat Saran/Larangan

Teks prosedur memandu pembaca agar selamat, aman, dan dapat mencapai hasil maksimal sehingga diperlukan adanya saran, keharusan, dan larangan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

Contoh:

Masukkan kartu ATM, jangan sampai terbalik, bagian sisi kiri yang harus dimasukkan terlebih dahulu.

 

f.       Konjungsi (Kata Hubung)

Konjungsi yang sering digunakan adalah konjungsi waktu dan konjungsi penambahan.

Contoh:

Konjungsi waktu                  : Tunggu sampai layar meminta pilih bahasa setelah kartu  ATM dimasukkan.

Konjungsi penambahan     : Campurkan gula dan tepung terigu sedikit demi sedikit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar