A.
PENGERTIAN
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup yang ditulis oleh orang
lain. Secara etimologis, biografi
berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios
yang berarti hidup dan graphien yang
berarti tulis. Dapat disimpulkan, biografi adalah tulisan tentang hidup
seseorang yang berisi identitas tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai
meninggal, jasa-jasanya, buah karya, dan segala sesuatu yang dihasilkan di
dalam buku tersebut. Membaca biografi dapat memberikan manfaat, mulai dari
mengetahui hal yang menarik dan mengesankan dari perjalanan hidup tokoh hingga
pembelajaran dari pengalaman hidup sang tokoh.
Berdasarkan sisi
penulisnya, teks biografi dibagi menjadi dua jenis. Pertama, autobiografi
adalah teks biografi yang ditulis oleh tokoh itu sendiri. Kedua adalah teks
biografi yang ditulis oleh orang lain. Isi teks biografi antara lain memuat
pengalaman hidup tokoh, kelebihan, kekurangan, dan hal-hal lainnya yang bisa
menginspirasi banyak orang.
B.
KARAKTERISTIK
Secara umum, teks
biografi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
-
Memiliki struktur yang terdiri atas orienstasi, peristiwa (masalah), dan
reorientasi.
-
Berisi informasi faktual (berdasarkan fakta sebenarnya) .
-
Disajikan dalam bentuk narasi (cerita paragraf).
-
Berisi pengalaman hidup seseorang.
C.
STRUKTUR
Berikut struktur teks
biografi.
1. Orientasi
Orentasi pada
teks biografi sama dengan orientasi pada teks narasi. Bagian ini merupakan awal
cerita, di dalamnya menjelaskan tentang pengenalan tokoh, asal tokoh, dan
gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi.
Dalam contoh
teks biografi Dewi Sartika, bagian
orientasi menjelaskan gambaran awal tentang sosok Dewi Sartika. Dewi Sartika
disekolahkan oleh orang tua beliau meskipun bertentangan dengan adat masyarakat
pribumi pada saat itu. Berikut adalah kutipan teks biografi bagian orientasi.
Dewi Sartika merupakan putri dari pasangan
priyayi Sunda, yaitu Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Walaupun bertentangan
dengan adat yang berlaku di masyarakat, kedua orang tuanya tetap menginginkan
putrinya tersebut berpendidikan. Oleh karena itu, pasangan suami istri tersebut
menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda
2. Peristiwa (Masalah)
Bagian ini
merupakan bagian inti dari sebuah teks biografi. Di dalamnya berisi tentang
peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh biografi selama hidupnya. Di dalam
bagian ini akan ditemukan nilai-nilai keteladanan yang bisa diteladani oleh
pembaca. Kejadian atau peristiwa tersebut berupa pengalaman tokoh, kejadian
yang pernah dialami sebelumnya, atau masalah yang pernah dihadapi dalam pencapaian
tujuan atau target tertentu. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan
mengharukan yang pernah dialami tokoh juga diuraikan pada bagian ini. Dari semua
peristiwa yang disampaikan, bagian ini akan memumculkan nilai yang bisa ditiru
oleh pembaca.
Dalam contoh
teks biografi Dewi Sartika, bagian
peristiwa menjelaskan tentang pengalaman Dewi Sartika dalam mengembangkan
pendidikan bagi kaum wanita pada masa itu. Berikut adalah kutipan teks biografi
bagian peristiwa (masalah).
Sejak kecil Dewi Sartika memang sudah tertarik
dengan dunia pendidikan. Sambil bermain bersama anak-anak pembantu kepatihan,
ia juga mengajarkan mereka berbagai pelajaran, seperti membaca, menulis hingga
bahasa Belanda. Beberapa benda, seperti papan bilik kandang kereta, arang, dan
pecahan genting digunakannya sebagai media pembelajaran. Pada waktu itu, Dewi
Sartika masih berusia sepuluh tahun dan tindakan yang dilakukannya sudah
menghebohkan masyarakat Cicalengka. Hal ini disebabkan oleh pada waktu itu
beberapa anak Cicalengka sudah bisa membaca, menulis, dan berbahasa Belanda.
Usia yang beranjak dewasa membuat Dewi
Sartika optimis untuk menggapai cita-citanya. Meski mendapat dukungan dari
paman, bukan berarti membuat dirinya mudah dalam mewujudkan cita-cita. Hal ini
disebabkan oleh adat istiadat pada waktu itu sangat mengekang kaum wanita.
Akhirnya pada tahun 1902, Dewi Sartika mampu
meyakinkan pamannya untuk mendirikan sekolah di belakang rumahnya di Bandung. Dirinya
mengajar beberapa anggota keluarga perempuan dengan materi merendam, memasak,
menulis, dan menjahit. Pada Januari 1904 setelah berkonsultasi dengan bupati
Martanagara, Dewi Sartika akhirnya mendirikan Sekola Istri pertama se-Hindia
Belanda.
....
3. Reorientasi
Reorientasi ini
bersifat opsional, maksudnya bagian ini mungkin ada atau tidak ada di dalam
teks biografi. Reorientasi adalah salah satu bagian akhir dalam cerita atau
penutup cerita tentang pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan. Dalam
bagian ini juga terdapat pesan dari penulis untuk meneladani sifat dan sikap
dari tokoh biografi tersebut.
Dalam contoh
teks biografi Dewi Sartika, bagian
reorientasi menjelaskan tentang hal-hal apa saja yang dapat diteladani dari
seorang Dewi Sartika. Berikut adalah kutipan teks bioagrafi bagian reorientasi.
Sebagai generasi muda, kita tentu tidak boleh
melupakan jasa Dewi Sartika dalam memperjuangkan pendidikan begitu saja. Tidak hanya
sekadar mengenang, semoga kita juga dapat meneladani dan terinspirasi untuk
melakukan hal yang sama dengan Dewi Sartika. Harapannya tentu saja agar wajah
pendidikan indonesia khususnya bagi kaum wanita lebih cerah.
D.
ASPEK KEBAHASAAN
Berikut penjelasan aspek
kebahasaan teks biografi.
1. Konjungsi (Kata Hubung)
Kata hubung
(konjungsi) adalah kata yang digunakan untuk merangkaikan satu kalimat dengan
kalimat yang lainnya. Misalnya, sementara
itu, selanjutnya, selain itu, dan lain-lain. Dalam teks biografi, konjungsi
yang sering digunakan adalah konjungsi temporal. Konjungsi temporal adalah kata
hubung yang menunjukkan urutan waktu kejadian, misalnya setelah itu, kemudian, lalu, ketika, saat, dan lain-lain. Tek biografi
juga menggunakan konjungsi lain seperti dan,
tetapi, karena, meskipun, dan lain-lain.
2. Kata Kerja (Verba)
Kata kerja (verba) merupakan kata yang
mengandung makna dasar oerbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam
pola kalimat, verba berkedudukan sebagai predikat (P). Dilihat dari bentuk dan
maknanya, verba terdiri atas nomina dasar dan nomina turunan. Perbedaannya
dapat dilihat melalui penjelasan dan contoh berikut.
Ø
Verba dasar à tidak mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan dan reduplikasi/bentuk
ulang). Contohnya: mandi, pergi, makan, jatuh, dll.
Ø
Verba turunan à kata yang mengalami proses
morfologis (afiksasi/imbuhan, reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: berlayar,
cuci muka, memotong-motong, dll.
3. Kata Keterangan (Adverbia)
Kata keterangan (adverbia) merupakan kata yang memberika informasi berupa
keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dll.
Ø Keterangan tempat à di kantor, dari pasar, ke rumah, dll.
Ø Keterangan waktu à pada sore hari, hari ini, kemarin, dua bulan lalu, dll.
Ø Keterangan alat à aduk adonan dengan spatula, dll.
4. Kata Ganti (Pronomina)
Promina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau
frasa nomina. Pronomina dibagi menjadi dua macam, yaitu pronomina persona dan
pronomina nonpersona. Berikut adalah penjelasannya lebi rinci.
a. Pronomina Persona
Pronomina persona berati
kata ganti orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu persona
tunggal dan persona jamak.
Ø
Pronomina persona
tunggal à aku, -ku, saya; Anda, kamu, -mu; dia, ia, -nya.
Contoh:
-
Saya datang terlambat hari ini.
-
Bukankah kamu pergi ke
mall bersamanya?
Ø
Pronomina persona jamak à kita, kami; kalian; mereka.
Contoh:
-
Mereka saling bertukar pengalaman selama liburan.
-
Apa kita bisa memulai diskusi hari ini?
-
Mohon maaf, kami sudah
mendiskusikannya kemarin.
b. Pronomina Nonpersona
Pronomina nonpersona
berarti kata ganti bukan orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua,
yaitu nonpersona penunjuk dan nonpersona penanya.
Ø
Pronomina nonpersona
penunjuk à ini, itu, sini, sana, situ.
Ø
Pronomina nonpersona
penanya à 5W + 1 H
5. Kalimat Simpleks dan Kompleks
-
Kalimat Simpleks
(kalimat tunggal) à kalimat yang terdiri atas satu klausa.
Contoh:
Saya pergi ke kota
S
P K à terdiri atas satu klausa
-
Kalimat Kompleks
(kalimat majemuk) à kalimat yang terdiri atas minimal dua klausa. Antarklausa tersebut
dihubungkan oleh konjungsi (kata hubung).
Contoh:
Dino mencuci motor,
sedangkan Lia memasak
S
P O Konj S P à terdiri atas dua klausa