Sabtu, 13 Maret 2021

Teks Biografi Kelas X Semester Genap

 

A.     PENGERTIAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain. Secara etimologis,  biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup dan graphien yang berarti tulis. Dapat disimpulkan, biografi adalah tulisan tentang hidup seseorang yang berisi identitas tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal, jasa-jasanya, buah karya, dan segala sesuatu yang dihasilkan di dalam buku tersebut. Membaca biografi dapat memberikan manfaat, mulai dari mengetahui hal yang menarik dan mengesankan dari perjalanan hidup tokoh hingga pembelajaran dari pengalaman hidup sang tokoh.

Berdasarkan sisi penulisnya, teks biografi dibagi menjadi dua jenis. Pertama, autobiografi adalah teks biografi yang ditulis oleh tokoh itu sendiri. Kedua adalah teks biografi yang ditulis oleh orang lain. Isi teks biografi antara lain memuat pengalaman hidup tokoh, kelebihan, kekurangan, dan hal-hal lainnya yang bisa menginspirasi banyak orang.

B.     KARAKTERISTIK

Secara umum, teks biografi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

-          Memiliki struktur yang terdiri atas orienstasi, peristiwa (masalah), dan reorientasi.

-          Berisi informasi faktual (berdasarkan fakta sebenarnya) .

-          Disajikan dalam bentuk narasi (cerita paragraf).

-          Berisi pengalaman hidup seseorang.

 

C.      STRUKTUR

Berikut struktur teks biografi.

1.     Orientasi

Orentasi pada teks biografi sama dengan orientasi pada teks narasi. Bagian ini merupakan awal cerita, di dalamnya menjelaskan tentang pengenalan tokoh, asal tokoh, dan gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi.

Dalam contoh teks biografi Dewi Sartika, bagian orientasi menjelaskan gambaran awal tentang sosok Dewi Sartika. Dewi Sartika disekolahkan oleh orang tua beliau meskipun bertentangan dengan adat masyarakat pribumi pada saat itu. Berikut adalah kutipan teks biografi bagian orientasi.

Dewi Sartika merupakan putri dari pasangan priyayi Sunda, yaitu Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Walaupun bertentangan dengan adat yang berlaku di masyarakat, kedua orang tuanya tetap menginginkan putrinya tersebut berpendidikan. Oleh karena itu, pasangan suami istri tersebut menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda

 

2.     Peristiwa (Masalah)

Bagian ini merupakan bagian inti dari sebuah teks biografi. Di dalamnya berisi tentang peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh biografi selama hidupnya. Di dalam bagian ini akan ditemukan nilai-nilai keteladanan yang bisa diteladani oleh pembaca. Kejadian atau peristiwa tersebut berupa pengalaman tokoh, kejadian yang pernah dialami sebelumnya, atau masalah yang pernah dihadapi dalam pencapaian tujuan atau target tertentu. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan yang pernah dialami tokoh juga diuraikan pada bagian ini. Dari semua peristiwa yang disampaikan, bagian ini akan memumculkan nilai yang bisa ditiru oleh pembaca.

Dalam contoh teks biografi Dewi Sartika, bagian peristiwa menjelaskan tentang pengalaman Dewi Sartika dalam mengembangkan pendidikan bagi kaum wanita pada masa itu. Berikut adalah kutipan teks biografi bagian peristiwa (masalah).

Sejak kecil Dewi Sartika memang sudah tertarik dengan dunia pendidikan. Sambil bermain bersama anak-anak pembantu kepatihan, ia juga mengajarkan mereka berbagai pelajaran, seperti membaca, menulis hingga bahasa Belanda. Beberapa benda, seperti papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting digunakannya sebagai media pembelajaran. Pada waktu itu, Dewi Sartika masih berusia sepuluh tahun dan tindakan yang dilakukannya sudah menghebohkan masyarakat Cicalengka. Hal ini disebabkan oleh pada waktu itu beberapa anak Cicalengka sudah bisa membaca, menulis, dan berbahasa Belanda.

Usia yang beranjak dewasa membuat Dewi Sartika optimis untuk menggapai cita-citanya. Meski mendapat dukungan dari paman, bukan berarti membuat dirinya mudah dalam mewujudkan cita-cita. Hal ini disebabkan oleh adat istiadat pada waktu itu sangat mengekang kaum wanita.

Akhirnya pada tahun 1902, Dewi Sartika mampu meyakinkan pamannya untuk mendirikan sekolah di belakang rumahnya di Bandung. Dirinya mengajar beberapa anggota keluarga perempuan dengan materi merendam, memasak, menulis, dan menjahit. Pada Januari 1904 setelah berkonsultasi dengan bupati Martanagara, Dewi Sartika akhirnya mendirikan Sekola Istri pertama se-Hindia Belanda.

....

 

3.     Reorientasi

Reorientasi ini bersifat opsional, maksudnya bagian ini mungkin ada atau tidak ada di dalam teks biografi. Reorientasi adalah salah satu bagian akhir dalam cerita atau penutup cerita tentang pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan. Dalam bagian ini juga terdapat pesan dari penulis untuk meneladani sifat dan sikap dari tokoh biografi tersebut.

Dalam contoh teks biografi Dewi Sartika, bagian reorientasi menjelaskan tentang hal-hal apa saja yang dapat diteladani dari seorang Dewi Sartika. Berikut adalah kutipan teks bioagrafi bagian reorientasi.

Sebagai generasi muda, kita tentu tidak boleh melupakan jasa Dewi Sartika dalam memperjuangkan pendidikan begitu saja. Tidak hanya sekadar mengenang, semoga kita juga dapat meneladani dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan Dewi Sartika. Harapannya tentu saja agar wajah pendidikan indonesia khususnya bagi kaum wanita lebih cerah.

 

D.     ASPEK KEBAHASAAN

Berikut penjelasan aspek kebahasaan teks biografi.

1.     Konjungsi (Kata Hubung)

Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan untuk merangkaikan satu kalimat dengan kalimat yang lainnya. Misalnya, sementara itu, selanjutnya, selain itu, dan lain-lain. Dalam teks biografi, konjungsi yang sering digunakan adalah konjungsi temporal. Konjungsi temporal adalah kata hubung yang menunjukkan urutan waktu kejadian, misalnya setelah itu, kemudian, lalu, ketika, saat, dan lain-lain. Tek biografi juga menggunakan konjungsi lain seperti dan, tetapi, karena, meskipun, dan lain-lain.

2.     Kata Kerja (Verba)

Kata kerja (verba) merupakan kata yang mengandung makna dasar oerbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam pola kalimat, verba berkedudukan sebagai predikat (P). Dilihat dari bentuk dan maknanya, verba terdiri atas nomina dasar dan nomina turunan. Perbedaannya dapat dilihat melalui penjelasan dan contoh berikut.

Ø  Verba dasar        à tidak mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan dan reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: mandi, pergi, makan, jatuh, dll.

Ø  Verba turunan    à kata yang  mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan, reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: berlayar, cuci muka, memotong-motong, dll.

 

3.     Kata Keterangan (Adverbia)

Kata keterangan (adverbia) merupakan kata yang memberika informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dll.

Ø Keterangan tempat      à di kantor, dari pasar, ke rumah, dll.

Ø Keterangan waktu       à pada sore hari, hari ini, kemarin, dua bulan lalu, dll.

Ø Keterangan alat            à aduk adonan dengan spatula, dll.

 

4.     Kata Ganti (Pronomina)

Promina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dibagi menjadi dua macam, yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona. Berikut adalah penjelasannya lebi rinci.

a.    Pronomina Persona

Pronomina persona berati kata ganti orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu persona tunggal dan persona jamak.

Ø  Pronomina persona tunggal à aku, -ku, saya; Anda, kamu, -mu; dia, ia, -nya.

Contoh:

-          Saya datang terlambat hari ini.

-          Bukankah kamu pergi ke mall bersamanya?

Ø  Pronomina persona jamak à kita, kami; kalian; mereka.

Contoh:

-          Mereka saling bertukar pengalaman selama liburan.

-          Apa kita bisa memulai diskusi hari ini?

-          Mohon maaf, kami sudah mendiskusikannya kemarin.

b.    Pronomina Nonpersona

Pronomina nonpersona berarti kata ganti bukan orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu nonpersona penunjuk dan nonpersona penanya.

Ø  Pronomina nonpersona penunjuk à ini, itu, sini, sana, situ.

Ø  Pronomina nonpersona penanya à 5W + 1 H

 

5.     Kalimat Simpleks dan Kompleks

-          Kalimat Simpleks (kalimat tunggal)  à kalimat yang terdiri atas satu klausa.

Contoh:

Saya pergi ke kota

   S       P           K              à terdiri atas satu klausa

 

-          Kalimat Kompleks (kalimat majemuk) à kalimat yang terdiri atas minimal dua klausa. Antarklausa tersebut dihubungkan oleh konjungsi (kata hubung).

Contoh:

Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak

   S             P         O           Konj         S          P               à terdiri atas dua klausa

 

Selasa, 09 Maret 2021

Resensi Kelas XI Semester Genap

 

A.     PENGERTIAN

Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie artinya kupasan atau pembahasan. Jadi, resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.

Resensi adalah sebuah karangan dengan tujuan memberikan penilaian terhadap karya tulis lain. Karya yang dinilai bisa berupa sebuah buku dan karya seni, seperti drama dan film.

 

B.     UNSUR-UNSUR

Resensi adalah suatu karangan atau tulisan yang memaparkan identitas buku, kelemahan dan kelebihan buku, serta penutup kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca, dimiliki, atau dibeli. Resensi memiliki beberapa unsur yang perlu diketahui dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah resensi. Unsur-unsur yang dapat membentuk sebuah resensi adalah sebagai berikut.

1.     Judul Buku

Judul buku harus mempunyai keselarasan antara isi resensi dan resensi yang dibahas.

2.     Identitas Buku

Hal ini mencakup bebera hal seperti hal-hal berikut.

-          Judul Buku                :

-          Nama Pengarang      :

-          Penerbit                    :

-          Tahun Terbit                        :

-          Jenis Buku                 : (fiksi atau nonfiksi)

-          Jumlah Halaman       :

-          Harga Buku               :

-          ISBN                           :

 

3.     Pendahuluan

Pendahuluan bertujuan memperkenalkan latar belakang pengarang, tujuan dan alasan penulisan buku, dan lain-lain.

4.     Isi Resensi

Isi resensi berisi keunggulan dan kelemahan dari ulasan menurut pandangan perensensi. Selain itu, terdapat beberapa hal yang setidaknya disertakan dalam sebuah resensi. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

-          Sinopsis                     : rangkuman isi buku

-          Ulasan singkat buku : pendapat pribadi terkait buku yang dibaca

-          Kutipan singkat secukupnya (quotes)

-          Keunggulan/kelebihan buku

-          Kelemahan buku

-          Rumusan kerangka buku (bentuk fisik buku)

-          Bahasa yang digunakan

 

5.     Penutup

Penutup pada resensi berisi alasan peresensi mengulas buku atau karya seni yang dibuat resensi. Penutup juga berisi alasan buku tersebut ditulis dan target pembaca yang dituju (misal: novel teenlit baik dibaca oleh usia berapa). Selain itu, di dalamnya juga mencakup rekomendasi dari peresensi untuk pembaca bahkan saran untuk penulis atau penerbit buku itu sendiri.

 

C.      ASPEK KEBAHASAAN

Setiap jenis teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda. Teks resensi memiliki unsur kebahasaan, antara lain menggunakan kata kerja, kata benda, kata sifat, kata ganti, dan kalimat majemuk.

1.     Kata Kerja

Kata kerja (verba) merupakan kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses, atau keadaan. Kata kerja tersebut adalah jenis kata yang menyatakan suatu perbuatan. Dalam fungsi kalimat, kata kerja (verba) menempati fungsi predikat (P) Kata kerja dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja intrasitif.

a.      Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan kata benda sebagai objek (O) dalam kalimat aktif sehingga bisa diubah menjadi bentuk kalimat pasif. Berikut adalah contoh penggunaan kata kerja transitif.

Kalimat Aktif

diubah

menjadi

Kalimat Pasif

Sindy

S

membeli

P

sayur

O

Sayur

 

dibeli

Sindy

Ardi

S

memotong

P

rumput

O

Rumput

dipotong

Ardi

 

b.     Kata Kerja Intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memerlukan kata benda sebagai objek (O) dalam kalimat aktif sehingga tidak bisa diubah menjadi bentuk kalimat pasif. Berikut adalah contoh penggunaan kata kerja intransitif.

Leli

S

berangkat

P

sekolah

Pel

Randi

S

berjalan

P

di trotoar

K

 

2.     Kata Benda

Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu pada kata benda, baik secara nyata maupun abstrak. Dalam pola kalimat, nomina ini biasanya berkedudukan sebagai subjek (S). Dilihat dari bentuk dan maknanya, nomina ada yang nomina dasar dan nomina turunan. Perbedaannya dapat dilihat melalui penjelasan dan contoh berikut.

Ø Nomina Dasar

Kata yang tidak mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan, reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: rumah, meja, kursi, lemari, dll.

Ø Nomina Turunan

Kata yang mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan, reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: perbuatan, pembelian, kekuatan, pepohonan, bunga-bunga, dll.

 

3.     Kata Sifat

Kata sifat (ajektiva) adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya: cantik, ganteng, baik, dingin, hangat, dll.

 

4.     Kata Ganti

Kata ganti (pronomina) adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dibagi menjadi dua macam, yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona. Berikut adalah penjelasannya lebi rinci.

a.   Pronomina Persona

Pronomina persona berati kata ganti orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu persona tunggal dan persona jamak.

Ø  Pronomina persona tunggal à aku, -ku, saya; Anda, kamu, -mu; dia, ia, -nya.

Contoh:

-          Saya datang terlambat hari ini.

-          Bukankah kamu pergi ke mall bersamanya?

Ø  Pronomina persona jamak à kita, kami; kalian; mereka.

Contoh:

-          Mereka saling bertukar pengalaman selama liburan.

-          Apa kita bisa memulai diskusi hari ini?

-          Mohon maaf, kami sudah mendiskusikannya kemarin.

b.   Pronomina Nonpersona

Pronomina nonpersona berarti kata ganti bukan orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu nonpersona penunjuk dan nonpersona penanya.

Ø  Pronomina nonpersona penunjuk à ini, itu, sini, sana, situ.

Ø  Pronomina nonpersona penanya à 5W + 1 H

 

5.     Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk atau kalimat kompleks adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Dengan kata lain, kalimat majemuk terdiri atas lebih dari satu kalimat. Kalimat majemuk terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Keduanya dapat menjadi satu kalimat apabila dihubungkan dengan konjungsi (kata hubung). Kalimat majemuk pun terdiri atas dua jenis, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

a.      Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah penggabungan dua atau lebih kalimat yang kedudukanya sejajar atau sederajat.  Kalimat majemuk setara ini biasanya dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan posisi kedua kalimat sama atau setara.

Contoh:

-          Kakak memperbaiki motor, sedangkan adik bermain bola.

-          Dia memesan baju dan sepatu di toko online.

 

b.     Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah salah satu kalimat merupakan inti dan satu atau beberapa lainnya sebagai pengisi salah satu fungsi kalimat. Hubungan antarpola kalimat tersebut biasanya tidak sederajat. Bagian utama disebut induk kalimat, sedangkan bagian pengisi disebut anak kalimat.

Contoh:

-          Aku makan apabila ayah sudah pulang.

-          Kalau Feni ingin sehat, ia harus berolahraga.