Selasa, 09 Maret 2021

Resensi Kelas XI Semester Genap

 

A.     PENGERTIAN

Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie artinya kupasan atau pembahasan. Jadi, resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.

Resensi adalah sebuah karangan dengan tujuan memberikan penilaian terhadap karya tulis lain. Karya yang dinilai bisa berupa sebuah buku dan karya seni, seperti drama dan film.

 

B.     UNSUR-UNSUR

Resensi adalah suatu karangan atau tulisan yang memaparkan identitas buku, kelemahan dan kelebihan buku, serta penutup kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca, dimiliki, atau dibeli. Resensi memiliki beberapa unsur yang perlu diketahui dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah resensi. Unsur-unsur yang dapat membentuk sebuah resensi adalah sebagai berikut.

1.     Judul Buku

Judul buku harus mempunyai keselarasan antara isi resensi dan resensi yang dibahas.

2.     Identitas Buku

Hal ini mencakup bebera hal seperti hal-hal berikut.

-          Judul Buku                :

-          Nama Pengarang      :

-          Penerbit                    :

-          Tahun Terbit                        :

-          Jenis Buku                 : (fiksi atau nonfiksi)

-          Jumlah Halaman       :

-          Harga Buku               :

-          ISBN                           :

 

3.     Pendahuluan

Pendahuluan bertujuan memperkenalkan latar belakang pengarang, tujuan dan alasan penulisan buku, dan lain-lain.

4.     Isi Resensi

Isi resensi berisi keunggulan dan kelemahan dari ulasan menurut pandangan perensensi. Selain itu, terdapat beberapa hal yang setidaknya disertakan dalam sebuah resensi. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

-          Sinopsis                     : rangkuman isi buku

-          Ulasan singkat buku : pendapat pribadi terkait buku yang dibaca

-          Kutipan singkat secukupnya (quotes)

-          Keunggulan/kelebihan buku

-          Kelemahan buku

-          Rumusan kerangka buku (bentuk fisik buku)

-          Bahasa yang digunakan

 

5.     Penutup

Penutup pada resensi berisi alasan peresensi mengulas buku atau karya seni yang dibuat resensi. Penutup juga berisi alasan buku tersebut ditulis dan target pembaca yang dituju (misal: novel teenlit baik dibaca oleh usia berapa). Selain itu, di dalamnya juga mencakup rekomendasi dari peresensi untuk pembaca bahkan saran untuk penulis atau penerbit buku itu sendiri.

 

C.      ASPEK KEBAHASAAN

Setiap jenis teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda. Teks resensi memiliki unsur kebahasaan, antara lain menggunakan kata kerja, kata benda, kata sifat, kata ganti, dan kalimat majemuk.

1.     Kata Kerja

Kata kerja (verba) merupakan kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses, atau keadaan. Kata kerja tersebut adalah jenis kata yang menyatakan suatu perbuatan. Dalam fungsi kalimat, kata kerja (verba) menempati fungsi predikat (P) Kata kerja dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja intrasitif.

a.      Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan kata benda sebagai objek (O) dalam kalimat aktif sehingga bisa diubah menjadi bentuk kalimat pasif. Berikut adalah contoh penggunaan kata kerja transitif.

Kalimat Aktif

diubah

menjadi

Kalimat Pasif

Sindy

S

membeli

P

sayur

O

Sayur

 

dibeli

Sindy

Ardi

S

memotong

P

rumput

O

Rumput

dipotong

Ardi

 

b.     Kata Kerja Intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memerlukan kata benda sebagai objek (O) dalam kalimat aktif sehingga tidak bisa diubah menjadi bentuk kalimat pasif. Berikut adalah contoh penggunaan kata kerja intransitif.

Leli

S

berangkat

P

sekolah

Pel

Randi

S

berjalan

P

di trotoar

K

 

2.     Kata Benda

Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu pada kata benda, baik secara nyata maupun abstrak. Dalam pola kalimat, nomina ini biasanya berkedudukan sebagai subjek (S). Dilihat dari bentuk dan maknanya, nomina ada yang nomina dasar dan nomina turunan. Perbedaannya dapat dilihat melalui penjelasan dan contoh berikut.

Ø Nomina Dasar

Kata yang tidak mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan, reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: rumah, meja, kursi, lemari, dll.

Ø Nomina Turunan

Kata yang mengalami proses morfologis (afiksasi/imbuhan, reduplikasi/bentuk ulang). Contohnya: perbuatan, pembelian, kekuatan, pepohonan, bunga-bunga, dll.

 

3.     Kata Sifat

Kata sifat (ajektiva) adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya: cantik, ganteng, baik, dingin, hangat, dll.

 

4.     Kata Ganti

Kata ganti (pronomina) adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dibagi menjadi dua macam, yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona. Berikut adalah penjelasannya lebi rinci.

a.   Pronomina Persona

Pronomina persona berati kata ganti orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu persona tunggal dan persona jamak.

Ø  Pronomina persona tunggal à aku, -ku, saya; Anda, kamu, -mu; dia, ia, -nya.

Contoh:

-          Saya datang terlambat hari ini.

-          Bukankah kamu pergi ke mall bersamanya?

Ø  Pronomina persona jamak à kita, kami; kalian; mereka.

Contoh:

-          Mereka saling bertukar pengalaman selama liburan.

-          Apa kita bisa memulai diskusi hari ini?

-          Mohon maaf, kami sudah mendiskusikannya kemarin.

b.   Pronomina Nonpersona

Pronomina nonpersona berarti kata ganti bukan orang. Kata ganti jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu nonpersona penunjuk dan nonpersona penanya.

Ø  Pronomina nonpersona penunjuk à ini, itu, sini, sana, situ.

Ø  Pronomina nonpersona penanya à 5W + 1 H

 

5.     Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk atau kalimat kompleks adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Dengan kata lain, kalimat majemuk terdiri atas lebih dari satu kalimat. Kalimat majemuk terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Keduanya dapat menjadi satu kalimat apabila dihubungkan dengan konjungsi (kata hubung). Kalimat majemuk pun terdiri atas dua jenis, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

a.      Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah penggabungan dua atau lebih kalimat yang kedudukanya sejajar atau sederajat.  Kalimat majemuk setara ini biasanya dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan posisi kedua kalimat sama atau setara.

Contoh:

-          Kakak memperbaiki motor, sedangkan adik bermain bola.

-          Dia memesan baju dan sepatu di toko online.

 

b.     Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah salah satu kalimat merupakan inti dan satu atau beberapa lainnya sebagai pengisi salah satu fungsi kalimat. Hubungan antarpola kalimat tersebut biasanya tidak sederajat. Bagian utama disebut induk kalimat, sedangkan bagian pengisi disebut anak kalimat.

Contoh:

-          Aku makan apabila ayah sudah pulang.

-          Kalau Feni ingin sehat, ia harus berolahraga.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar