1.
PENGERTIAN
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), observasi berarti peninjauan
secara cermat. Jadi, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi
laporan dari suatu peninjauan atau pengamatan secara cermat atau teliti. Oleh
sebab itu, teks laporan hasil observasi harus disajikan rinci atau detail.
2.
MANFAAT
Manfaat dari adanya teks laporan
hasil observasi ini adalah pembaca dapat mengetahui hal-hal berupa fakta yang
telah terbukti secara ilmiah melalui peninjauan atau pengamatan yang cermat.
3.
KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)
a.
Dibuat
berdasarkan fakta yang ada.
b.
Objektif à menjelaskan hal-hal apa yang ada selama pengamatan
secara rinci.
c.
Tidak
subjektif à tidak menggunakan pendapat (pemikiran) pribadi sedikit
pun.
d.
Ditulis
secara singkat, padat, dan jelas.
e.
Tidak
bertele-tele à tidak membahas hal yang bukan objek pengamatan.
f.
Menggunakan
bahasa yang menarik (kreativitas penulis), mudah dipahami, dan tidak
menyinggung pihak mana pun.
4.
CARA MENDAPATKAN DATA (OBJEK) OBSERVASI
a. Melalui
Pengamatan
Melaporkan segala sesuatu
berdasarkan apa yang dilihat, ditinjau, atau diamati selama proses pengamatan
berlangsung sehingga tidak boleh mencampuradukkan pendapat (pemikiran) pribadi
sedikit pun. Objek yang diamati adalah benda sekitar, mulai dari makhluk hidup
hingga benda mati.
Contoh: Kamar Tidur

b. Wawancara
Melaporkan hasil tanya jawab
antara pewawancara dan narasumber. Pertanyaan tersebut minimal mencakup 5W+1H
yang terdiri atas: What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa),
Why (mengapa), dan How (bagaimana).
Contoh: Wawancara Pemilik Kios Kelapa
092


5.
STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)
Struktur adalah susunan atau
bangunan yang berarti tidak boleh diacak. Dengan kata lain, struktur teks harus
urut dari awal hingga akhir. Struktur teks laporan hasil observasi adalah
deskripsi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Beberapa sumber akan
menyebut deskripsi dengan pernyataan atau definisi. Ketiganya sama saja. Jadi, jangan bingung lagi ya😊
a. Deskripsi
Umum
Bagian ini menjelaskan tentang konsep atau
pengertian secara umum apa yang akan dibahas dalam suatu teks laporan
hasil observasi. Pada umumnya, bagian
awal sebuah teks merupakan sedikit pembukaan yang menjadi pengantar ke bagian
berikutnya. Namun, penjelasannya tidak terlalu rinci seperti pada bagian
selanjutnya. Sebagai contoh, pada observasi Kios
Kelapa 092, yang disoroti adalah es kelapa yang masuk kategori minuman
sehingga dalam deskripsi umum, penulis perlu menjabarkan konsep atau gambaran
umum tentang minuman.
Perhatikan contoh berikut!
Minum merupakan
kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagai sala
satu kebutuhan primer, usaha yang menggeluti bidang
ini ( es kelapa muda ) sudah barang tentu laris manis diserbu setiap
konsumen, apalagi bila posisinya strategis. Dan
minuman yang dijualnya tersebut, disaji dan
dikemas dalam bentuk yang menarik serta rasa yang yang
dapat menghilangkan dahaga.
Sumber:
http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html
b. Deskripsi
Bagian
Bagian ini menjelaskan lebih detail/rinci dari
objek observasi yang diamati.
Ø Jika objek yang diamati adalah benda sekitar, jelaskan
tentang semua ciri-ciri benda terserbut secara rinci.
Ø Jika objek yang diamati dari hasil wawancara, jelaskan
tentang jawaban narasumber yang berkaitan tentang siapa, kapan, dimana, dan
mengapa.
Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi umum, penulis perlu
menjabarkan lokasi, pemilik, alasan, kapan, dsb sehingga mendapat laporan yang
rinci.
Perhatikan contoh berikut!
Seperti observasi yang kami lakukan pada
sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di
jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh
seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau
pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai kuli bangunan dan
buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini. Dengan bermodalkan
pengalaman turun menurun dari orang tua dan kakanya mas Wahidin bertekad untuk
meneruskan usaha keluarganya itu. Lalu dimulailah usahanya es kelapa muda
itu pada tahun 2005 dengan modal awal Rp. 5.000.000,00 yang digunakan untuk
menyewa kios seharga Rp. 3.500.000,00, membeli perlatan seperti meja, ursi,
wadah-wadah, gelas dan kelapa. Produk yang dijual ketika itu adalah es kelapa
muda biasa dengan harga Rp. 1.500,00/bungkus, es kelapa muda susu putih /
cokelat dengan harga Rp. 2000,00/bungkus, satu batok kelapa es kelapa muda
seharga Rp. 5.000,00/batok, dan es jeruk, tetapi untuk sekarang es jeruk sudah
tidak menjadi menu minuman di kiosnya karena terlalu repot. Kios yang biasa
buka dari pukul 09.00 dan tutup pada pukul 21.00 ini mendapat pasokan es kelapa
muda dari pasar Anyar Bogor dan Sukabumi dengan harga Rp. 2700,00 yang sudah
termasuk uang trasport.
Adapun alasan mas Wahidin memilih jalan Babakan Raya Darmada
untuk dijadikan markasnya adalah adanya informasi dari temannya yang lebih dulu
berjualan di wilayah kisaran kampus IPB. Penjual yang memiliki prinsip harus
berbagi ini mengakui bahwa wilayah kampus IPB ini sangat ramai sehingga tiap
bulan mas Wahidin dapat meraih keuntungan bersih senilai Rp. 3.000.000,00,
tetapi penghasilan itu akan berkurang ketika datangnya musim hujan dan akan
kembali naik jika musim kemarau yang panas serta bulan ramadhan tiba.”Ya kalo
hari-hari biasa sih bisa dapat keuntungan ampe Rp. 3.000.000,00/bulan apalagi
kalo musim panas sama bulan puasa penghasilannya bisa tambah bagus”jawab mas
wahidin sambil tersenyum.
Dalam menjalani ushanya ini mas Wahidain
bukannya tanpa kendala, biasanya kendala yang dihadapi adalah pasokan kelapa
muda yang terbatas di pasar anyar Bogor dan ketika hari libur kampus tiba
karena mayoritas yang membeli es kalapa mudanya adalah mahasiswa kampus IPB.
Tetapi semua kendala itu tidak membuat mas Wahidin berpaling dari usahanya
sebagai penjual es kelapa muda.
Panjual es kelapa muda yang selalu
tersenyum ketika melayani konsumennya ini memiliki beberapa harapan yang ingin
dicapai yang pertama adalah ingin memiliki kios sendiri dengan skala yang lebih
besar dan membuka cabang baru di sekitar bogor. Ketika ditanya kiat-kiat
sukses yang menjadi acuannya selama ini, mas Wahidin menjawab ”ah
yang penting tekun, sabar, tidak boros, yakin dan pantang menyerah, oh iya satu
lagi engga iri ketika penjual lain lebih laris dari apa yang kita jual, kan
rejeki udah ada yang ngatur”.
Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html
c. Deskripsi
Manfaat
Bagian ini menjelaskan manfaat dari objek observasi
yang dilakukan. Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi manfaat, penulis perlu
menjabarkan manfaat berupa pengetahuan terkait usaha minuman apakah bermanfaat
atau justru sebaliknya.
Perhatikan contoh berikut!
Menjadi seorang wirausahawan yang sukses
seperti Mas Wahidin tidaklah mudah. Membangun usaha sampai beromset jutaan
seperti beliau, pastilah dimulai dengan pengalaman dan keyakinan. Pelajaran
penting yang dapat diteladani, yaitu sebagai wiraushawan sejati jeli
melihat peluang, percaya diri,tekun, berpikiran positif, dan berani mengambil
risiko. Sifat wirausaha Mas Wahidin diperoleh dari sikap mau belajar
dan ikhlas, artinya sifatnya bukan karena bakat dan keturunan. Ia juga sosok
yang mudah bergaul dan pekerja keras. Tetapi sikap motivasi dan
kreatifnya kurang dikembangkan. Padahal usaha es kelapa di lingkungan IPB
merupakan tempat yang strategis. Jadi, ada banyak ide kreatif yang dapat
direalisasikan untuk kemajuan usaha ini, asalkan mau mencoba. Ide
kreatif muncul dari keinginan merealisasikan sesuatu yang berbeda
dengan keadaan sekitar. Hasil ide kreatif dapat menambah nilai jual
produk.
Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html
6.
ASPEK KEBAHASAAN
Berikut adalah aspek (ciri) kebahasaan dari teks laporan
hasil observasi.
a. Afiksasi
(Imbuhan)
1)
Prefiksasi
Imbuhan yang terletak
di awal sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: ber-, me-, di-, pe-, ke-,
ter-, se-.
Contoh:
ber+lari =
berlari
men+tangis =
menangis
di+makan =
dimakan
2)
Infiksasi
Imbuhan yang
terletak di tengah sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -em-, -er-,
-el-.
Contoh:
-em- + tali =
temali
-er- + gigi =
gerigi
-el- + tunjuk =
telunjuk
3)
Sufiksasi
Imbuhan yang
terletak di akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -kan, -an, -i.
Contoh:
Makan + -an =
makanan
Temu +i = temui
Ambil + kan =
ambilkan
4)
Konfiksasi
Imbuhan yang
terletak di awal dan akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: per-an,
ke-an, ber-an, me-kan.
Contoh:
pe- + desa + -an
= pedesaan
ke- + angkuh +
-an = keangkuhan
men- + jalan +
-kan = menjalankan
b. Frasa
(Kelompok Kata)
Gabungan minimal dua kata yang membentuk makna baru. Frasa
sendiri dibagi menjadi empat jenis.
-
Frasa
nomina à membentuk makna kata benda. Contoh: buku + tulis = buku
tulis, meja + makan = meja makan.
-
Frasa
verba à membentuk makna kata kerja. Contoh: sedang + mandi =
sedang mandi, sudah + tidur = sudah tidur.
-
Frasa
adjektiva à membentuk makna kata sifat. Contoh: sangat + cantik =
sangat cantik, baik + hati = baik hati.
-
Frasa
preposisional à pembentukannya menggunakan kata depan sehingga merujuk
ke kata keterangan. Contoh: di pasar, ke Bandung, dari sekolah.
c. Klausa
Hanya terdiri atas subjek (S) dan predikat (P). Meskipun dalam
kalimat tersebut terdapat unsur gramatikal lain, seperti objek (O), keterangan
(K), dan pelengkap (Pel), klausa tetap yang terdiri atas S+P.
Contoh:
Saya pergi
S P à terdiri atas satu klausa
Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak
S P O Konj S P à terdiri atas dua klausa
d. Kalimat
Definisi
Kalimat yang mengungkapkan makna dari sebuah istilah
teknik atau ilmiah tertentu. Biasanya ditandai dengan kata “adalah”, “ialah”, “merupakan”,
“yakni”, “yaitu”.
Contoh:
Minum merupakan
kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
e. Kalimat
Deskripsi
Kalimat yang menjelaskan sesuatu secara detail atau
rinci.
Contoh:
Seperti observasi yang kami lakukan pada
sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di
jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh
seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau
pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai kuli bangunan dan
buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini.
f. Kalimat
Simpleks dan Kompleks
-
Kalimat
Simpleks à kalimat yang terdiri atas satu klausa.
Contoh:
Saya pergi ke
kota
S
P K à terdiri atas satu klausa
-
Kalimat
Kompleks à kalimat yang terdiri atas minimal dua klausa. Antarklausa
tersebut dihubungkan oleh konjungsi (kata hubung).
Contoh:
Dino mencuci motor,
sedangkan Lia memasak
S P O Konj S P à terdiri atas dua klausa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar