Sabtu, 25 Juli 2020

Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X Semester Ganjil

1.      PENGERTIAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi berarti peninjauan secara cermat. Jadi, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi laporan dari suatu peninjauan atau pengamatan secara cermat atau teliti. Oleh sebab itu, teks laporan hasil observasi harus disajikan rinci atau detail.

2.      MANFAAT

Manfaat dari adanya teks laporan hasil observasi ini adalah pembaca dapat mengetahui hal-hal berupa fakta yang telah terbukti secara ilmiah melalui peninjauan atau pengamatan yang cermat.

3.      KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)

a.      Dibuat berdasarkan fakta yang ada.

b.      Objektif à menjelaskan hal-hal apa yang ada selama pengamatan secara rinci.

c.       Tidak subjektif à tidak menggunakan pendapat (pemikiran) pribadi sedikit pun.

d.     Ditulis secara singkat, padat, dan jelas.

e.      Tidak bertele-tele à tidak membahas hal yang bukan objek pengamatan.

f.        Menggunakan bahasa yang menarik (kreativitas penulis), mudah dipahami, dan tidak menyinggung pihak mana pun.

 

4.      CARA MENDAPATKAN DATA (OBJEK) OBSERVASI

a.      Melalui Pengamatan

Melaporkan segala sesuatu berdasarkan apa yang dilihat, ditinjau, atau diamati selama proses pengamatan berlangsung sehingga tidak boleh mencampuradukkan pendapat (pemikiran) pribadi sedikit pun. Objek yang diamati adalah benda sekitar, mulai dari makhluk hidup hingga benda mati.

Contoh: Kamar Tidur

b.     Wawancara

Melaporkan hasil tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Pertanyaan tersebut minimal mencakup 5W+1H yang terdiri atas: What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), dan How (bagaimana).

Contoh: Wawancara Pemilik Kios Kelapa 092

Description: Lapak Penjual Kelapa Tutup Saluran Air di Duren Tiga ...

5.      STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)

Struktur adalah susunan atau bangunan yang berarti tidak boleh diacak. Dengan kata lain, struktur teks harus urut dari awal hingga akhir. Struktur teks laporan hasil observasi adalah deskripsi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Beberapa sumber akan menyebut deskripsi dengan pernyataan atau definisi. Ketiganya sama saja. Jadi, jangan bingung lagi ya😊

a.      Deskripsi Umum

Bagian ini menjelaskan tentang konsep atau pengertian secara umum apa yang akan dibahas dalam suatu teks laporan hasil observasi.  Pada umumnya, bagian awal sebuah teks merupakan sedikit pembukaan yang menjadi pengantar ke bagian berikutnya. Namun, penjelasannya tidak terlalu rinci seperti pada bagian selanjutnya. Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, yang disoroti adalah es kelapa yang masuk kategori minuman sehingga dalam deskripsi umum, penulis perlu menjabarkan konsep atau gambaran umum tentang minuman.

Perhatikan contoh berikut!

Minum merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagai sala satu kebutuhan primer, usaha yang menggeluti bidang ini ( es kelapa muda ) sudah barang tentu laris manis diserbu setiap konsumen, apalagi bila posisinya strategis. Dan minuman yang dijualnya tersebut, disaji dan dikemas dalam bentuk yang menarik serta rasa yang yang dapat menghilangkan dahaga

 

Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html

 

b.     Deskripsi Bagian

Bagian ini menjelaskan lebih detail/rinci dari objek observasi yang diamati.

Ø  Jika objek yang diamati adalah benda sekitar, jelaskan tentang semua ciri-ciri benda terserbut secara rinci.

Ø  Jika objek yang diamati dari hasil wawancara, jelaskan tentang jawaban narasumber yang berkaitan tentang siapa, kapan, dimana, dan mengapa.

Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi umum, penulis perlu menjabarkan lokasi, pemilik, alasan, kapan, dsb sehingga mendapat laporan yang rinci.

Perhatikan contoh berikut!

Seperti observasi yang kami lakukan pada sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai  kuli bangunan dan buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini. Dengan bermodalkan pengalaman turun menurun dari orang tua dan kakanya mas Wahidin bertekad untuk meneruskan usaha keluarganya itu. Lalu dimulailah usahanya es kelapa muda itu pada tahun 2005 dengan modal awal Rp. 5.000.000,00 yang digunakan untuk menyewa kios seharga Rp. 3.500.000,00, membeli perlatan seperti meja, ursi, wadah-wadah, gelas dan kelapa. Produk yang dijual ketika itu adalah es kelapa muda biasa dengan harga Rp. 1.500,00/bungkus, es kelapa muda susu putih / cokelat dengan harga Rp. 2000,00/bungkus, satu batok kelapa es kelapa muda seharga Rp. 5.000,00/batok, dan es jeruk, tetapi untuk sekarang es jeruk sudah tidak menjadi menu minuman di kiosnya karena terlalu repot. Kios yang biasa buka dari pukul 09.00 dan tutup pada pukul 21.00 ini mendapat pasokan es kelapa muda dari pasar Anyar Bogor dan Sukabumi dengan harga Rp. 2700,00 yang sudah termasuk uang trasport.

Adapun alasan mas Wahidin memilih jalan Babakan Raya Darmada untuk dijadikan markasnya adalah adanya informasi dari temannya yang lebih dulu berjualan di wilayah kisaran kampus IPB. Penjual yang memiliki prinsip harus berbagi ini mengakui bahwa wilayah kampus IPB ini sangat ramai sehingga tiap bulan mas Wahidin dapat meraih keuntungan bersih senilai Rp. 3.000.000,00, tetapi penghasilan itu akan berkurang ketika datangnya musim hujan dan akan kembali naik jika musim kemarau yang panas serta bulan ramadhan tiba.”Ya kalo hari-hari biasa sih bisa dapat keuntungan ampe Rp. 3.000.000,00/bulan apalagi kalo musim panas sama bulan puasa penghasilannya bisa tambah bagus”jawab mas wahidin sambil tersenyum.

Dalam menjalani ushanya ini mas Wahidain bukannya tanpa kendala, biasanya kendala yang dihadapi adalah pasokan kelapa muda yang terbatas di pasar anyar Bogor dan ketika hari libur kampus tiba karena mayoritas yang membeli es kalapa mudanya adalah mahasiswa kampus IPB. Tetapi semua kendala itu tidak membuat mas Wahidin berpaling dari usahanya sebagai penjual es kelapa muda.

Panjual es kelapa muda yang selalu tersenyum ketika melayani konsumennya ini memiliki beberapa harapan yang ingin dicapai yang pertama adalah ingin memiliki kios sendiri dengan skala yang lebih besar dan membuka cabang baru di sekitar bogor. Ketika ditanya kiat-kiat sukses  yang menjadi acuannya selama ini, mas Wahidin menjawab ”ah yang penting tekun, sabar, tidak boros, yakin dan pantang menyerah, oh iya satu lagi engga iri ketika penjual lain lebih laris dari apa yang kita jual, kan rejeki udah ada yang ngatur”.

Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html

c.       Deskripsi Manfaat

Bagian ini menjelaskan manfaat dari objek observasi yang dilakukan. Sebagai contoh, pada observasi Kios Kelapa 092, di bagian deskripsi manfaat, penulis perlu menjabarkan manfaat berupa pengetahuan terkait usaha minuman apakah bermanfaat atau justru sebaliknya.

Perhatikan contoh berikut!

Menjadi seorang wirausahawan yang sukses seperti Mas Wahidin tidaklah mudah. Membangun usaha sampai beromset jutaan seperti beliau, pastilah dimulai dengan pengalaman dan keyakinan. Pelajaran penting yang dapat diteladani, yaitu sebagai wiraushawan sejati  jeli melihat peluang, percaya diri,tekun, berpikiran positif, dan berani mengambil risiko. Sifat wirausaha Mas  Wahidin diperoleh dari sikap mau belajar dan ikhlas, artinya sifatnya bukan karena bakat dan keturunan. Ia juga sosok yang mudah bergaul dan pekerja keras. Tetapi  sikap motivasi dan kreatifnya kurang dikembangkan. Padahal usaha es kelapa di lingkungan IPB merupakan tempat yang strategis. Jadi, ada banyak ide kreatif yang dapat direalisasikan untuk kemajuan usaha ini, asalkan mau mencoba. Ide kreatif  muncul dari keinginan merealisasikan sesuatu yang berbeda dengan keadaan sekitar. Hasil ide kreatif dapat  menambah nilai jual produk.

Sumber: http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/laporan-observasi-kewirausahaan-es.html

6.      ASPEK KEBAHASAAN

Berikut adalah aspek (ciri) kebahasaan dari teks laporan hasil observasi.

a.      Afiksasi (Imbuhan)

1)      Prefiksasi

Imbuhan yang terletak di awal sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: ber-, me-, di-, pe-, ke-, ter-, se-.

Contoh:

ber+lari = berlari

men+tangis = menangis

di+makan = dimakan

 

2)      Infiksasi

Imbuhan yang terletak di tengah sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -em-, -er-, -el-.

Contoh:

-em- + tali = temali

-er- + gigi = gerigi

-el- + tunjuk = telunjuk

 

3)      Sufiksasi

Imbuhan yang terletak di akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: -kan, -an, -i.

Contoh:

Makan + -an = makanan

Temu +i = temui

Ambil + kan = ambilkan

 

4)      Konfiksasi

Imbuhan yang terletak di awal dan akhir sebuah kata. Imbuhan tersebut terdiri atas: per-an, ke-an, ber-an, me-kan.

Contoh:

pe- + desa + -an = pedesaan

ke- + angkuh + -an = keangkuhan

men- + jalan + -kan = menjalankan

 

b.     Frasa (Kelompok Kata)

Gabungan minimal dua kata yang membentuk makna baru. Frasa sendiri dibagi menjadi empat jenis.

-          Frasa nomina à membentuk makna kata benda. Contoh: buku + tulis = buku tulis, meja + makan = meja makan.

-          Frasa verba à membentuk makna kata kerja. Contoh: sedang + mandi = sedang mandi, sudah + tidur = sudah tidur.

-          Frasa adjektiva à membentuk makna kata sifat. Contoh: sangat + cantik = sangat cantik, baik + hati = baik hati.

-          Frasa preposisional à pembentukannya menggunakan kata depan sehingga merujuk ke kata keterangan. Contoh: di pasar, ke Bandung, dari sekolah.

 

c.       Klausa

Hanya terdiri atas subjek (S) dan predikat (P). Meskipun dalam kalimat tersebut terdapat unsur gramatikal lain, seperti objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (Pel), klausa tetap yang terdiri atas S+P.

Contoh:

Saya pergi

   S       P          à terdiri atas satu klausa

Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak

   S             P         O           Konj         S          P        à terdiri atas dua klausa

 

d.     Kalimat Definisi

Kalimat yang mengungkapkan makna dari sebuah istilah teknik atau ilmiah tertentu. Biasanya ditandai dengan kata “adalah”, “ialah”, “merupakan”, “yakni”, “yaitu”.

Contoh:

Minum merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

 

e.      Kalimat Deskripsi

Kalimat yang menjelaskan sesuatu secara detail atau rinci.

Contoh:

Seperti observasi yang kami lakukan pada sebuah kios es kelapa muda (kios kelapa 092) yang berada di jalan Babakan Raya No. 92 Dramaga Bogor. Kios es kelapa ini dimiliki oleh seorang bernama Bapak Wahidin, sebelum terjun berwirausaha, beliau pernah merasakan asam manisnya bekerja sebagai  kuli bangunan dan buruh untuk mencari modal membuka usaha es kelapa muda ini. 

 

f.       Kalimat Simpleks dan Kompleks

-          Kalimat Simpleks à kalimat yang terdiri atas satu klausa.

Contoh:

Saya pergi ke kota

   S       P           K             à terdiri atas satu klausa

 

-          Kalimat Kompleks à kalimat yang terdiri atas minimal dua klausa. Antarklausa tersebut dihubungkan oleh konjungsi (kata hubung).

Contoh:

Dino mencuci motor, sedangkan Lia memasak

   S             P         O           Konj         S          P             à terdiri atas dua klausa 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar