Selasa, 03 November 2020

Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

 

A.     BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

Buku adalah jendela dunia karena manusia bisa mendapatkan wawasan yang cukup luas. Buku memiliki berbagai macam kategori. Kategori tersebut dapat berbentuk buku fiksi dan buku nonfiksi.

1.     Buku Fiksi

Buku fiksi adalah buku yang berisi karya sastra atau cerita tentang hal-hal bersifat khayalan, rekaan, imajinatif, atau sesuatu yang tidak sungguh-sungguh terjadi. Buku fiksi tidak membutuhkan pengamatan dalam pembuatannya dan seharusnya tidak perlu dipertanggungjawabkan karena ide ceritanya berasal dari khayalan atau imajinasi penulis. Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan atau konotatif/konotasi, artinya bukan makna yang sebenarnya. Contoh buku fiksi adalah kumpulan puisi, dongeng, cerpen, novel, dan drama. Secara umum, sistematika buku fiksi adalah sebagai berikut.

a.       Sampul

b.      Halaman judul

c.       Hak cipta

d.      Daftar isi

e.       Isi buku

f.        Tentang penulis

2.     Buku Nonfiksi

Buku nonfiksi adalah buku yang menawarkan informasi-informasi pengetahuan sehingga isinya berdasarkan pada kejadian sebenarnya. Oleh sebab itu, buku nonfiksi ini bersifat informatif. Pembuatan buku nonfiksi membutuhkan pengamatan dan data sehingga dapat dipertanggungjawabkan isinya sehingga buku tersebut harus memiliki fakta-fakta.. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan bersifat denotatif/denotasi, artinya bermakna yang sebenarnya. Jadi, pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku yang dibaca. Contoh buku nonfiksi adalah buku ilmiah populer, biografi, dsb. Secara umum, sistematika buku fiksi adalah sebagai berikut.

a.       Sampul

b.      Halaman judul

c.       Hak cipta

d.      Kata pengantar

e.       Daftar isi

f.        Isi buku

g.       Glosarium

h.      Daftar pustaka

i.         Indeks

j.         Lampiran

 

B.     PERBEDAAN BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

Aspek

Fiksi

Nonfiksi

Penyajian

Imajinatif

Faktual

Sifat

Menghibur

Informatif

Makna

Konotatif

Denotatif

Bahasa

Tidak baku

Baku

 

C.      INTISARI BUKU FIKSI DAN NONFIKSI (Kelas X)

Salah satu hasil dari membaca adalah mampu membuat intisari dari buku yang dibaca. Intisari buku adalah bagian penting dari sebuah buku. Intisari buku dapat kita temukan dengan cara membaca berulang-ulang sehingga memahami benar isi buku. Intisari disebut juga dengan ikhtisar. Ciri-ciri ikhtisar adalah sebagai berikut.

1.      Tidak mempertahankan urutan gagasan atau tidak terikat dengan struktur wacana.

2.      Bebas mengombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.

3.      Tujuannya untuk mengambil inti, berisi bagian-bagian penting dalam teks wacana.

4.      Memendekkan suatu bacaan.

Intisari atau ikhtisar pada dasarnya sama dengan ringkasan atau rangkuman, yakni sama-sama mengambil bentuk kecil dari suatu karangan panjang atau buku. Merangkum dapat diartikan sebagai suatu kegiatan mengambil pokok-pokok suatu tulisan atau pembicaraam menjadi suatu uraian yang lebih singkat. Berikut adalah langkah-langkah merangkum.

1.      Cermati judul buku dan pengarang

2.      Bacalah kata pengantar dan tentukan ide pokok sesuai judul.

3.      Bacalah daftar isi sebagai panduan isi pokok uraian buku tersebut.

4.      Cermati judul tiap-tiap bab.

5.      Temukan pokok pikiran atau gagasan utama di setiap bab atau bagian.

6.      Urutkan rumusan kalimat tersebut dari bab pertama hingga akhir.

 

D.     RESENSI BUKU FIKSI DAN NONFIKSI (Kelas XI dan XII)

Meresensi buku adalah suatu kegiatan penilaian terhadap sebuah karya milik orang lain. Kata resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie bermakna mengulas kembali. Jadi, resensi sering disebut juga dengan ulasan.  Tujuan dari meresensi buku adalah memberikan penilaian terhadap karya sebuah buku, lalu diulas menjadi bahasa yang singkat dan jelas. Target utamanya adalah memberi informasi pada pembaca terkait kekurangan dan kelebihan serta berisi rekomendasi bukku yang memiliki nilai manfaat.

Berikut adalah manfaat dari meresensi sebuah buku.

1.      Sebagai bahan pertimbangan dan memberikan gambaran secara umum kepada pembaca tentang suatu karya sehingga mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

2.      Mendapat uang atau imbalan serta buku-buku yang akan diresensi secara gratis dari penerbit buku apabila karya yang diresensi dimuat di koran atau majalah.

3.      Sarana atau media promosi buku. Buku yang diresensi merupakan buku baru yang belum pernah diresensi oleh orang lain.

Unsur-unsur yang ada dalam resensi adalah sebagai berikut.

1.      Judul Resensi

Judul resensi bukan berarti judul buku yang akan diresensi. Judul harus menarik sehingga pembaca berminat membacanya. Sebab itu, judul dapat dibuat setelah resensi selesai.

2.      Identitas Buku

Identitas buku meliputi hal-hal berikut ini.

-          Judul Buku          :

-          Penulis                 :

-          Penerbit              :

-          Tahun Terbit      :

-          Kota Terbit         :

-          Tebal Buku         :

3.      Pendahuluan

Pendahuluan berisi kesan peresensi terhadap buku. Biasanya meliputi hal-hal berikut ini.

-          Memperkenalkan pengarang

-          Karakteristik pengarang

-          Keunikan buku

4.      Isi Resensi

Isi resensi meliputi hal-hal berikut ini.

-          Ulasan singkat isi buku (sinopsis)

-          Keunggulan buku

-          Kelemahan buku

-          Rumusan kerangka buku

-          Tinjauan bahasa

5.      Penutup

Penutup biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar