1. PENGERTIAN
Dalam
kamus besar bahasa Indonesia ceramah adalah pidato yang dilakukan oleh
seseorang di hadapan banyak pendengar mengenai suatu hal pengetahuan dan
sebagainya. Saat melakukan ceramah penceramah berkewajiban mengarahkan pendengar
untuk memahami sungguh-sungguh
masalah yang disampaikan kegiatan ceramah biasanya diahiri dengan tanya jawab.
Ceramah
adalah kegiatan menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan maksud agar orang
yang mendengar ceramah mengetahui dan memperoleh sesuatu yang berharga dari isi
ceramah yang disampaikan. Ceramah biasanya disampaikan pada acara tertentu,
misalnya kegiatan sekolah Penyuluhan-Penyuluhan di kantor atau masyarakat.
2. JENIS
Ceramah dibagi menjadi dua jenis yaitu ceramah umum dan
cerama khusus. Perhatikan penjelasannya sebagai berikut.
Ceramah umum adalah pidato yang bertujuan untuk
memberikan nasehat kepada khalayak umum atau masyarakat luas. Ceramah umumnya
bersifat menyeluruh tidak ada batasan apapun baik dari pendengar yang tua
maupun yang Muda materinya juga tidak ditentukan sesuai dengan acara.
Ceramah khusus adalah ceramah yang bertujuan memberikan
nasiihat-nasihat kepada khalayak tertentu dan bersifat khusus baik dari materi
maupun yang lainnya. Dalam ceramah khusus, banyak batasan batasan antara lain
kriteria pendengar dan materi harus menyesuaikan dengan para penggemar
pendengar yang akan ikut serta dalam acara tersebut.
3. STRUKTUR
Struktur dalam teks drama terdiri atas pembuka isi dan
penutup.
a.
Pembuka
Bagian ini merupakan awal dari teks ceramah. Seperti teks
teks yang lain terutama teks eksposisi, pembuka mengenalkan isu masalah ataupun
pandangan pembicara tentang sesuatu dalam topik yang akan dibahas. Bagian
pembuka ini dapat disebut juga dengan tesis. Sebagai contoh dalam sebuah ceramah
mengenai topik moral remaja masa kini. Perhatikan contoh analisis struktur teks
drama berikut ini.
Belakangan ini ramai
di berbincang kan di televisi surat kabar jejaring sosial internet serta
berbagai media yang lain mengenai moral remaja masa kini ada begitu banyak
permasalahan yang terjadi di dunia remaja saat ini hal hal tersebut yang
membuat sebagian besar orang tua mengelus dada dan tidak habis pikir mengapa
terjadi penurunan moral moral remaja masa kini coba kita lihat kasus kasus
pemakaian narkoba tawuran pencurian bahkan pembunuhan dilakukan oleh kaum
remaja tidak sedikit diantara mereka yang mempunyai tingkat pendidikan baik
berasal dari keluarga yang bekerja hidup berkecukupan bahkan tidak sedikit
diantara mereka merupakan tokoh publik yang diidolakan oleh banyak remaja.
b. Isi
Bagian ini merupakan rangkaian argumen atau pendapat yang
disampaikan oleh pembicara mengenai topik yang diangkat menjadi bahan materi
ceramah. Bagian ini saling berkaitan dengan bagian sebelumnya yaitu tesis atau
pembuka. Pada bagian ini argumen argumen atau pendapat pendapat pembicara
diperkuat dengan fakta yang ada. Sebagai contoh dalam sebuah ceramah bertopik
moral remaja masa kini pada bagian isi dibahas mengenai argumen pembicara
tentang peranan orang tua dalam membina mendidik serta membentuk karakter para
remaja. Perhatikan contoh analisis teks drama berikut ini.
Peranan orang tua
dalam membina mendidik serta membentuk karakter para remaja sangatlah dominan. Oleh
karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak. Ini
berarti bahwa orang tua harus bisa memberikan pengertian serta berperan sebagai
pengayom anak anak mereka sehingga para anak merasa nyaman dan terlindungi. Bila
hal ini telah terjadi, maka mereka tidak akan mencari tempat yang mereka anggap
nyaman di luar rumah karena bisa jadi tempat yang mereka anggap nyaman tersebut
merupakan pergaulan yang salah sehingga bisa mempengaruhi karakter dan mental
anak di masa yang akan datang. Selain itu, berikanlah pendidikan agama sedini
mungkin sejak masih usia kanakkanak. Pendidikan agama merupakan fondasi utama
yang bisa dijadikan pegangan dalam melakukan semua hal. Menciptakan rasa takut
kepada Tuhan merupakan hal yang sangat penting karena bila remaja sudah tidak
mempunyai rasa takut kepada Tuhan apapun yang mereka lakukan sudah pasti akan
menyimpang dari norma dan akidah yang berlaku di masyarakat.
c.
Penutup
Penutup bisa juga disebut dengan penegasan ulang. Bagian
ini berisi simpulan atau rangkuman rangkuman sebagai hasil Penalaran dari
pernyataan pernyataan sebelumnya. Sebagai contoh dalam sebuah ceramah bertema
moral remaja masa kini di bagian penutup berisikan simpulan sebagai hasil
Penalaran dari penjelasan sebelumnya hal tersebut ditandai oleh kata kata
berupa saran yang disertai pula sejumlah alasannya. Perhatikan contoh analisis
teks ceramah berikut ini.
Kita tidak boleh
berhenti untuk tetap berusaha menyelamatkan mental dan moral para generasi muda
kita. Dengan memberikan fondasi agama yang kuat serta memberikan kasih sayang
kepada para generasi muda, bisa dipastikan tidak akan terjadi lagi penurunan
moral para remaja sehingga kita akan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik
dapat hidup dengan lebih nyaman serta terjaminnya masa depan negara tercinta
ini.
4. ASPEK
KEBAHASAAN
a.
Menggunakan
kata ganti orang pertama dalam kurung tunggal dan kata ganti orang kedua Jamak
sebagai Sapaan kata ganti orang pertama seperti saya atau aku kata kami apabila
penceramah mengatasnamakan kelompok.
b.
Menggunakan
kata Sapaan yang ditujukan pada orang banyak seperti hadirin bapak-bapak/ibu-ibu
kalian dan saudara-saudara.
c.
Menggunakan
kata-kata yang merujuk hubungan argumentasi atau sebab-akibat. Seperti sebab
karena dengan demikian jika akibatnya dan oleh karena itu. Selain itu, dapat
pula digunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal atau perbandingan
dan pertentangan seperti sebelum itu,
pada akhirnya, sebaliknya, kemudian, berbeda halnya, dan namun.
d.
Menggunakan kata kata teknis atau peristilahan
yang berkenan dengan topik yang dibahas dengan topik tentang masalah kebahasaan
yang menjadi fokus pembahasan nya.
Istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah sarkastis,
etika berbahasa,
dan kesantunan berbahasa.
e.
Menggunakan kata kata persuasif atau ajakan
seperti sebaiknya diharapkan perlu hendak lah harus
f.
Menggunakan
kata kerja mental seperti memprihatinkan mengagumkan diharapkan memperkirakan
menduga berpendapat menyimpulkan dan ber asumsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar