Rabu, 14 Oktober 2020

Ceramah Kelas XI Semester Ganjil

 


1.     PENGERTIAN

Dalam kamus besar bahasa Indonesia ceramah adalah pidato yang dilakukan oleh seseorang di hadapan banyak pendengar mengenai suatu hal pengetahuan dan sebagainya. Saat melakukan ceramah penceramah berkewajiban mengarahkan pendengar untuk memahami sungguh-sungguh masalah yang disampaikan kegiatan ceramah biasanya diahiri dengan tanya jawab.

Ceramah adalah kegiatan menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan maksud agar orang yang mendengar ceramah mengetahui dan memperoleh sesuatu yang berharga dari isi ceramah yang disampaikan. Ceramah biasanya disampaikan pada acara tertentu, misalnya kegiatan sekolah Penyuluhan-Penyuluhan di kantor atau masyarakat.

 

2.     JENIS

Ceramah dibagi menjadi dua jenis yaitu ceramah umum dan cerama khusus. Perhatikan penjelasannya sebagai berikut.

Ceramah umum adalah pidato yang bertujuan untuk memberikan nasehat kepada khalayak umum atau masyarakat luas. Ceramah umumnya bersifat menyeluruh tidak ada batasan apapun baik dari pendengar yang tua maupun yang Muda materinya juga tidak ditentukan sesuai dengan acara.

Ceramah khusus adalah ceramah yang bertujuan memberikan nasiihat-nasihat kepada khalayak tertentu dan bersifat khusus baik dari materi maupun yang lainnya. Dalam ceramah khusus, banyak batasan batasan antara lain kriteria pendengar dan materi harus menyesuaikan dengan para penggemar pendengar yang akan ikut serta dalam acara tersebut.

 

3.     STRUKTUR

Struktur dalam teks drama terdiri atas pembuka isi dan penutup.

a.      Pembuka

Bagian ini merupakan awal dari teks ceramah. Seperti teks teks yang lain terutama teks eksposisi, pembuka mengenalkan isu masalah ataupun pandangan pembicara tentang sesuatu dalam topik yang akan dibahas. Bagian pembuka ini dapat disebut juga dengan tesis. Sebagai contoh dalam sebuah ceramah mengenai topik moral remaja masa kini. Perhatikan contoh analisis struktur teks drama berikut ini.

Belakangan ini ramai di berbincang kan di televisi surat kabar jejaring sosial internet serta berbagai media yang lain mengenai moral remaja masa kini ada begitu banyak permasalahan yang terjadi di dunia remaja saat ini hal hal tersebut yang membuat sebagian besar orang tua mengelus dada dan tidak habis pikir mengapa terjadi penurunan moral moral remaja masa kini coba kita lihat kasus kasus pemakaian narkoba tawuran pencurian bahkan pembunuhan dilakukan oleh kaum remaja tidak sedikit diantara mereka yang mempunyai tingkat pendidikan baik berasal dari keluarga yang bekerja hidup berkecukupan bahkan tidak sedikit diantara mereka merupakan tokoh publik yang diidolakan oleh banyak remaja.

 

b.     Isi

Bagian ini merupakan rangkaian argumen atau pendapat yang disampaikan oleh pembicara mengenai topik yang diangkat menjadi bahan materi ceramah. Bagian ini saling berkaitan dengan bagian sebelumnya yaitu tesis atau pembuka. Pada bagian ini argumen argumen atau pendapat pendapat pembicara diperkuat dengan fakta yang ada. Sebagai contoh dalam sebuah ceramah bertopik moral remaja masa kini pada bagian isi dibahas mengenai argumen pembicara tentang peranan orang tua dalam membina mendidik serta membentuk karakter para remaja. Perhatikan contoh analisis teks drama berikut ini.

Peranan orang tua dalam membina mendidik serta membentuk karakter para remaja sangatlah dominan. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak. Ini berarti bahwa orang tua harus bisa memberikan pengertian serta berperan sebagai pengayom anak anak mereka sehingga para anak merasa nyaman dan terlindungi. Bila hal ini telah terjadi, maka mereka tidak akan mencari tempat yang mereka anggap nyaman di luar rumah karena bisa jadi tempat yang mereka anggap nyaman tersebut merupakan pergaulan yang salah sehingga bisa mempengaruhi karakter dan mental anak di masa yang akan datang. Selain itu, berikanlah pendidikan agama sedini mungkin sejak masih usia kanakkanak. Pendidikan agama merupakan fondasi utama yang bisa dijadikan pegangan dalam melakukan semua hal. Menciptakan rasa takut kepada Tuhan merupakan hal yang sangat penting karena bila remaja sudah tidak mempunyai rasa takut kepada Tuhan apapun yang mereka lakukan sudah pasti akan menyimpang dari norma dan akidah yang berlaku di masyarakat.

 

c.      Penutup

Penutup bisa juga disebut dengan penegasan ulang. Bagian ini berisi simpulan atau rangkuman rangkuman sebagai hasil Penalaran dari pernyataan pernyataan sebelumnya. Sebagai contoh dalam sebuah ceramah bertema moral remaja masa kini di bagian penutup berisikan simpulan sebagai hasil Penalaran dari penjelasan sebelumnya hal tersebut ditandai oleh kata kata berupa saran yang disertai pula sejumlah alasannya. Perhatikan contoh analisis teks ceramah berikut ini.

Kita tidak boleh berhenti untuk tetap berusaha menyelamatkan mental dan moral para generasi muda kita. Dengan memberikan fondasi agama yang kuat serta memberikan kasih sayang kepada para generasi muda, bisa dipastikan tidak akan terjadi lagi penurunan moral para remaja sehingga kita akan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik dapat hidup dengan lebih nyaman serta terjaminnya masa depan negara tercinta ini.

 

4.     ASPEK KEBAHASAAN

a.       Menggunakan kata ganti orang pertama dalam kurung tunggal dan kata ganti orang kedua Jamak sebagai Sapaan kata ganti orang pertama seperti saya atau aku kata kami apabila penceramah mengatasnamakan kelompok.

b.      Menggunakan kata Sapaan yang ditujukan pada orang banyak seperti hadirin bapak-bapak/ibu-ibu kalian dan saudara-saudara.

c.       Menggunakan kata-kata yang merujuk hubungan argumentasi atau sebab-akibat. Seperti sebab karena dengan demikian jika akibatnya dan oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal atau perbandingan dan pertentangan seperti sebelum itu, pada akhirnya, sebaliknya, kemudian, berbeda halnya, dan namun.

d.      Menggunakan kata kata teknis atau peristilahan yang berkenan dengan topik yang dibahas dengan topik tentang masalah kebahasaan yang menjadi fokus pembahasan nya. Istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah sarkastis, etika berbahasa, dan kesantunan berbahasa.

e.       Menggunakan kata kata persuasif atau ajakan seperti sebaiknya diharapkan perlu hendak lah harus

f.        Menggunakan kata kerja mental seperti memprihatinkan mengagumkan diharapkan memperkirakan menduga berpendapat menyimpulkan dan ber asumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar