Sabtu, 29 Agustus 2020

Teks Eksplanasi Kelas XI Semester Ganjil

 


A.     PENGERTIAN

Eksplanasi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, explanation yang berarti penjelasan atau paparan. Dapat dikatakan, teks eksplanasi adalah teks yang memaparkan atau menjelaskan suatu proses tentang asal-usul atau perkembangan suatu fenomena. Dalam hal ini, teks eksplanasi dapat disamakan dengan teks narasi prosedural, yaitu teks yang menceritakan proses terjadinya sesuatu sehingga pembaca bisa memahami latar belakang terjadinya sesuatu secara jelas.

Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya.  Secara sederhana, teks eksplanasi menjelaskan tentang hubungan sebab—akibat tentang suatu fenomena. Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berupa fenomena alam, sosial, dan budaya. Dalam teks eksplanasi, penulis menggunakan banyak fakta sebagai penyebab atau akibat terjadinya suatu peristiwa. Bahkan dapat dikatakan bahwa teks eksplanasi hampir semuanya berupa fakta.

B.     TUJUAN

Teks eksplanasi bertujuan pembaca dapat memahami latar belakang atau proses terjadinya suatu fenomena secara jelas. Dengan kata lain, permbaca diharapkan dapat memahami proses berlangsungnya suatu peristiwa yang bersifat kausalitas (hubungan sebab—akibat) secara jelas.

C.      KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)

Ø  Memuat informasi berdasarkan fakta atau kenyataan.

Ø  Memuat informasi yang bersifat ilmiah.

 

D.     STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)

1.     Pernyataan Umum

Penyataan yang berisi tentang suatu topik yang akan menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena. Sebagai contoh, teks eksplanasi berjudul Sampah. Di struktur pernyataan umum tersebut, penulis menjelaskan tentang pengertian dan jenis sampah serta perbedannya.

Perhatikan kutipan teks eksplanasi berikut!

Sampah merupakan barang atau benda yang sudah tidak digunakan lagi yang keberadaannya sangat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar. Sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah oraganik adalah sampah yang mudah terurai, seperti sayuran, daun-daun kering, dan sisa-sisa makanan. Sampah ini dapat diolah sebagai pupuk atau kompos untuk tanaman. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai seperting plastik, botol, dan kaleng.

 

2.     Urutan Sebab Akibat

Menjelaskan secara rinci tentang proses terjadinya suatu fenomena yang disajikan secara urut, dari awal hingga akhir. Sebagai contoh, teks eksplanasi berjudul Sampah. Di struktur urutan sebab akibat, penulis menjelaskan tentang proses terjadinya sesuatu berupa akibat dari pembuangan sampah secara terus-menerus dan sembarangan. Adapun dampaknya adalah menjadi sarang penyakit dan menyebabkan bencana banjir bahkan tanah longsor.

Perhatikan kutipan teks eksplanasi berikut!

Sampah merupakan salah satu fenomena yang sering kali kita temui di lingkungan masyarakat. Kita sering melihat sampah berserakan di jalan. Tahukan kamu bahwa sampah-sampah tersebut memberikan dampak yang besar? Sampah-sampah yang menumpuk bisa menjadi sarang penyakit dan menyebabkan banjir.

Sampah yang diabaikan menumpuk akan mendatangkan bau yang tidak sedap sehingga akan mencemari udara yang nantinya akan mendatangkan mpenyakit, seperti muntabaer dan DBD. Selain itu, sampat juga dapat mendatangkan bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Sampah yang dibuang ke sungai secara terus-menerus akan membuat air sungai menjadi sulit mengalir dan lama kelamaan air sungai meluap. Apabila terjadi banjir, tentu saja akan menyulitkan kita untuk berkativitas dan bekerja. Banjir besar juga dapat menyebabkan tanah longsor.

 

3.     Interpretasi

Bagian yang berisi simpulan tentang topik yang telah dijelaskan. Biasanya penulis juga memberikan saran sebagai solusi. Sebagai contoh, teks eksplanasi berjudul Sampah. Di struktur interpretasi, penulis memberikan saran agar tidak membuang sampah sembarangan dan mengajak pembaca untuk peduli lingkungan. Selain itu, penulis juga menjelaskan tentang daur ulang sampah sehingga dapat meminimalisasi risiko dari pembuangan sampah yang sembarangan.

Perhatikan kutipan teks eksplanasi berikut!

            Banyak sekali dampak yang dapat dirasakan jika kita selalu membuang sampah sembarangan. Untuk itu, kita sebagai makhluk sosial yang menginginkan kesejahteraan, marilah bersama-sama untuk menjaga lingkungan. Dimulai dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah di tempatnya. Kita juga bisa mengolah sendiri. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau kompos untuk tanamna dan sampah anorganik dapat diolah kembali menjadi barang yang mempunyai nilai jual sangat tinggi.

 

 

 

E.      ASPEK KEBAHASAAN

1.     Konjungsi Kausalitas

Konjungsi kausalitas adalah kata hubung yang berkaitan dengan hubungan sebab—akibat, antara lain: sebab, karena, oleh karena itu, oleh sebab itu, sehingga.

Contoh:

Banjir dapat menimbulkan kerugian bagi umat manusia. Oleh karena itu, penyebab banjir harus dipelajari dengan menyeluruh agar bisa dilakukan pencegahan sebelum bencana alam itu terjadi.

 

2.     Konjungsi Kronologis

Konjungsi kronologis adalah kata hubung yang berkaitan dengan hubungan waktu, antara lain: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya, sebelumnya, dll.

Contoh:

Sampah yang dibuang ke sungai secara terus-menerus akan membuat air sungai menjadi sulit mengalir. Pada akhirnya air sungai itu akan meluap.

 

3.     Kata Benda yang Merujuk pada Fenomena

Teks eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang sedang dijelaskan, bukan yang berkaitan dengan persona (orang). Kata gandi yang digunakan untuk fenomena itu berupa kata benda, baik tersampaikan secara kongkret atau pun abstrak.

Contoh:

Banjir, pengangguran, kemiskinan, sampah, kebudayaan, dll.

 

4.     Penggunaan Kata Istilah

Penggunaan kata khusus yang memiliki makna berkaitan dengan fenomena yang sedang dibahas.

Contoh:

Sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Kata yang dicetak miring merupakan kata teknis yang berkaitan dengan sampah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar