A. PENGERTIAN
Eksplanasi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, explanation yang berarti penjelasan atau paparan. Dapat dikatakan,
teks eksplanasi adalah teks yang memaparkan atau menjelaskan suatu proses
tentang asal-usul atau perkembangan suatu fenomena. Dalam hal ini, teks
eksplanasi dapat disamakan dengan teks narasi prosedural, yaitu teks yang
menceritakan proses terjadinya sesuatu sehingga pembaca bisa memahami latar
belakang terjadinya sesuatu secara jelas.
Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain
sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya. Secara sederhana, teks eksplanasi menjelaskan
tentang hubungan sebab—akibat tentang suatu fenomena. Fenomena yang dijelaskan
dalam teks eksplanasi berupa fenomena alam, sosial, dan budaya. Dalam teks
eksplanasi, penulis menggunakan banyak fakta sebagai penyebab atau akibat terjadinya
suatu peristiwa. Bahkan dapat dikatakan bahwa teks eksplanasi hampir semuanya
berupa fakta.
B.
TUJUAN
Teks eksplanasi bertujuan pembaca dapat memahami latar belakang atau proses
terjadinya suatu fenomena secara jelas. Dengan kata lain, permbaca diharapkan
dapat memahami proses berlangsungnya suatu peristiwa yang bersifat kausalitas
(hubungan sebab—akibat) secara jelas.
C.
KARAKTERISTIK (CIRI-CIRI)
Ø Memuat informasi berdasarkan fakta atau kenyataan.
Ø Memuat informasi yang bersifat ilmiah.
D.
STRUKTUR (UNSUR-UNSUR)
1.
Pernyataan Umum
Penyataan yang berisi tentang suatu topik yang akan menjelaskan proses
terjadinya suatu fenomena. Sebagai contoh, teks eksplanasi berjudul Sampah. Di struktur pernyataan umum
tersebut, penulis menjelaskan tentang pengertian dan jenis sampah serta
perbedannya.
Perhatikan kutipan teks eksplanasi berikut!
Sampah merupakan barang atau benda yang sudah tidak digunakan lagi yang
keberadaannya sangat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar. Sampah dibagi
menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah oraganik adalah
sampah yang mudah terurai, seperti sayuran, daun-daun kering, dan sisa-sisa
makanan. Sampah ini dapat diolah sebagai pupuk atau kompos untuk tanaman.
Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai seperting plastik,
botol, dan kaleng.
2.
Urutan Sebab Akibat
Menjelaskan secara rinci tentang proses terjadinya suatu fenomena yang
disajikan secara urut, dari awal hingga akhir. Sebagai contoh, teks eksplanasi
berjudul Sampah. Di struktur urutan sebab
akibat, penulis menjelaskan tentang proses terjadinya sesuatu berupa akibat
dari pembuangan sampah secara terus-menerus dan sembarangan. Adapun dampaknya
adalah menjadi sarang penyakit dan menyebabkan bencana banjir bahkan tanah
longsor.
Perhatikan kutipan teks eksplanasi berikut!
Sampah merupakan salah satu fenomena yang sering kali kita temui di
lingkungan masyarakat. Kita sering melihat sampah berserakan di jalan. Tahukan
kamu bahwa sampah-sampah tersebut memberikan dampak yang besar? Sampah-sampah yang
menumpuk bisa menjadi sarang penyakit dan menyebabkan banjir.
Sampah yang diabaikan menumpuk akan mendatangkan bau yang tidak sedap
sehingga akan mencemari udara yang nantinya akan mendatangkan mpenyakit,
seperti muntabaer dan DBD. Selain itu, sampat juga dapat mendatangkan bencana,
seperti banjir dan tanah longsor. Sampah yang dibuang ke sungai secara
terus-menerus akan membuat air sungai menjadi sulit mengalir dan lama kelamaan
air sungai meluap. Apabila terjadi banjir, tentu saja akan menyulitkan kita
untuk berkativitas dan bekerja. Banjir besar juga dapat menyebabkan tanah
longsor.
3.
Interpretasi
Bagian yang berisi simpulan tentang topik yang telah dijelaskan. Biasanya
penulis juga memberikan saran sebagai solusi. Sebagai contoh, teks eksplanasi
berjudul Sampah. Di struktur
interpretasi, penulis memberikan saran agar tidak membuang sampah sembarangan
dan mengajak pembaca untuk peduli lingkungan. Selain itu, penulis juga
menjelaskan tentang daur ulang sampah sehingga dapat meminimalisasi risiko dari
pembuangan sampah yang sembarangan.
Perhatikan kutipan teks eksplanasi berikut!
Banyak sekali dampak yang dapat
dirasakan jika kita selalu membuang sampah sembarangan. Untuk itu, kita sebagai
makhluk sosial yang menginginkan kesejahteraan, marilah bersama-sama untuk
menjaga lingkungan. Dimulai dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah
di tempatnya. Kita juga bisa mengolah sendiri. Sampah organik dapat diolah
menjadi pupuk atau kompos untuk tanamna dan sampah anorganik dapat diolah
kembali menjadi barang yang mempunyai nilai jual sangat tinggi.
E.
ASPEK KEBAHASAAN
1.
Konjungsi Kausalitas
Konjungsi kausalitas adalah kata hubung yang berkaitan dengan hubungan
sebab—akibat, antara lain: sebab, karena, oleh karena itu, oleh sebab itu,
sehingga.
Contoh:
Banjir dapat menimbulkan kerugian bagi umat manusia. Oleh
karena itu, penyebab banjir harus dipelajari dengan menyeluruh
agar bisa dilakukan pencegahan sebelum bencana alam itu terjadi.
2.
Konjungsi Kronologis
Konjungsi kronologis adalah kata hubung yang berkaitan dengan hubungan
waktu, antara lain: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya, sebelumnya,
dll.
Contoh:
Sampah yang dibuang ke sungai secara terus-menerus akan membuat air sungai
menjadi sulit mengalir. Pada akhirnya air sungai itu akan meluap.
3.
Kata Benda yang Merujuk pada Fenomena
Teks
eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang sedang dijelaskan, bukan
yang berkaitan dengan persona (orang). Kata gandi yang digunakan untuk fenomena
itu berupa kata benda, baik tersampaikan secara kongkret atau pun abstrak.
Contoh:
Banjir,
pengangguran, kemiskinan, sampah, kebudayaan, dll.
4. Penggunaan Kata Istilah
Penggunaan
kata khusus yang memiliki makna berkaitan dengan fenomena yang sedang dibahas.
Contoh:
Sampah
dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Kata yang dicetak miring
merupakan kata teknis yang berkaitan dengan sampah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar